Magepanda Dilanda Kekeringan, Puluhan Hektare Padi Gagal Panen

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 6 September 2018 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 113 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tanaman padi di Desa Reroroja Kecamatan Magepanda, Rabu (5/9);

Kondisi tanaman padi di Desa Reroroja Kecamatan Magepanda, Rabu (5/9);

Maumere-SuaraSikka.com: Kecamatan Magepanda merupakan salah satu daerah subur yang terkenal sebagai lumbung penghasil padi bagi Kabupaten Sikka. Ironinya, belakangan ini justeru kecamatan itu dilanda kekeringan. Diprediksikan, puluhan hektare padi bakal gagal panen.
            Sejumlah petani mengakui kekeringan melanda Magepanda sejak satu bulan terakhir, terutama di Desa Reroroja. Kondisi ini mengakibatkan Sungai Kolisoro menjadi kering. Padahal Sungai Kolisoro merupakan satu-satunya sumber irigasi  yang mengalirkan air ke sawah-sawah petani. Keringnya air di Sungai Kolisoro berakibat kepada keringnya juga cekdam sebagai penampung air.
Sedikitnya kurang lebih 70 hektare sawah di Reroroja yang kini sedang ditanami padi. Tampak sekali padi-padi kini tumbuh di atas tanah yang kering. Kekeringan telah membuat daun-daun padi mulai menguning. Dan hampir bisa dipastikan padi-padi sudah tidak mungkin berbulir lagi. Besar kemungkinan puluhan hektare padi ini tidak bisa dipanen.
“Tahun ini kami gagal panen. Dan itu artinya bisa saja berdampak kepada rawan pangan. Semoga pemerintah cepat tanggap dengan kondisi ini,” ungkap Donatus, salah seorang petani, Rabu (5/9).
Kondisi ini membuat puluhan petani di Reroroja menjadi resah. Harapan mereka satu-satunya yakni meminta intervensi dari pemerintah daerah setempat. Para petani sangat berharap pemerintah merenovasi cekdam yang selama ini menjadi sumber air utama. Mereka meminta pemerintah membuat embung, sebagai langkah antisipasi menampung air hujan.
            Menurut cerita Donatus, biasanya dalam setahun mereka menanam lebih dari dua kali. Namun kali ini terpaksa hanya menanam sekali saja akibat areal persawahan yang tidak lagi dialiri air. Praktis, sawah-sawah ditelantarkan begitu saja, dibiarkan tidak digarap, sambil menunggu musim hujan tiba.
            Donatus mengaku pasrah dengan kondisi ini. Beberapa petani di Reroroja malah mulai beralih dari sebelumnya menanam padi, kini menanam palawija. Itu pun mereka harus menyiapkan fasilitas pendukung seperti mesin pompa air untuk menyedot air dari sumur galian. Petani yang tidak memiliki mesin pompa air terpaksa harus menyewa.*** (eny)

Berita Terkait

Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka
TKA SMP Digelar 6 April 2026, Ini Jumlah Soal, Materi, dan Waktu Pelaksanaannya
Koordinasi Dinas PKO dan Kemenag Sikka Tidak Efektif, Anggaran TPG THR dan Gaji 13 Kurang Rp 986 Juta Lebih
Hasil Audit Inspektorat Sikka, Fisik Puskesmas Tuanggeo Mentok di 55,79 Persen
Sikka dan Lembata Raih UHC Award Kategori Pratama
Bupati Sikka Lantik 17 Pejabat Eselon 2, Delapan OPD Masih Kosong
Isu Rotasi Mutasi di Sikka Menguat, Pelantikan Dikabarkan Sebelum Tutup Tahun
Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira Apresiasi Karya Jurnalistik Perspektif HAM

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru