SCC Jadi Ladang Sehari Kreasi dan Inovasi Desa

2
392
SCC Jadi Ladang Sehari Kreasi dan Inovasi Desa
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengunjungi salah satu stand pada bursa inovasi desa di halaman Sikka Innovation Center, Kamis (11/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 28 stand berdiri di halaman Sikka Convention Center (SCC) Maumere di Jalan Ahmad Yani, Kamis (11/10). Halaman yang luas itu dipadati dengan pelbagai hasil kreatifitas dan inovasi yang dibawa dari desa-esa dan pelaku ekonomi kreatif. SCC benar-benar menjadi ladang sehari bagi kreasi dan inovasi.
Ada puluhan menu inovasi yang ditampilkan di sana. Dari pengolahan bahan-bahan lokal menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, pemanfaatan bahan-bahan sisa menjadi pernik-pernik dan souvenir, pengolahan sampah, inovasi pertanian, kesehatan, perkebunan, hingga urusan kecantikan.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego alias Robby Idong usai membuka secara resmi Bursa Inovasi Daerah (BID), langsung mengunjungi semua stand yang ada. Dia didampingi Kepala Dinas PMD Provinsi NTT Mekeng P. Florianus, Kepala Dinas PMD Sikka Robert Ray, jajaran Forkopimda Sikka, Vikjen Keuskupan Maumere Romo Telesforus Jenti O,Carm, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Berita Terkait:


Robby Idong memberikan apresiasi atas kegiatan BID yang diselenggarakan oleh Dinas PMD Sikka. Meskipun kegiatan BID diluncurkan pemerintah pusat, namun sejatinya BID sejalan dengan visi pemerintahan Robby dan Romanus (Roma) yaitu semakin terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat Sikka secara adil, merata, dan memadai.
Dia menyebutkan salah satu misi Roma yakni mewujudkan tatakelola pemerintahan desa yang profesional dan akuntabel. Misi ini meliputi bidang pemberdayaan masyarakat desa melalui strategi pemberdayaan aparat dan kelembagaan desa. Ada empat kebijakan yang akan dilaksanakan di antaranya adalah program inovasi desa yang dikenal dengan one village one product.
“Saya sangat setuju dengan one village one product. Ini perlu kemampuan inovasi dari masing-masing desa. Semua punya potensi dan unggulan. Nanti kita mulai satu-satu dulu. Bila perlu inovasi-inovasi ini kita lombakan,” ujar Robby Idong di depan peserta acara pembukaan BID di Gedung SCC.
Sebelumnya Ketua Koordinator Tim Bursa Inovasi daerah Kabupaten Sikka Robert Ray
Bursa Inovasi Desa ini dilaksanakan hanya satu hari saja, mengambil tema “Dengan BID Kita Tingkatkan kreatifitas dan Inovasi dalam membangun desa”. Setiap kepala desa diberi Kartu Ide Inovasi, dan kemudian mengisi sesuai keterangan yang ada di dalam kartu tersebut. Keterangan itu antara lain tentang tantangan, potensi, dan inovasi di masing-masing desa.
Kegiatan yang hanya satu hari ini, sempat mendapat protes dari sejumlah peserta, terutama karena waktu yang sangat terbatas. Padahal mereka sangat berharap kegiatan semacam ini dibuat lebih dari satu hari. Alasannya karena mereka ingin sekali berkesempatan mempromosikan hasil-hasil kreatifitas dan inovasi yang sudah mereka kembangkan.*** (eny)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini