Dua Buruh Jaringan Telkom Tewas Kesetrum Listrik

2
455
Dua Buruh Jaringan Telkom Tewas Kesetrum Listrik
Aparat kepolisian dibantu masyarakat menurunkan tiang jaringan telekomunikasi di depan Toko Agung Jalan Don Thomas Maumere, Selasa (30/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Aparat keamanan dari Polres Sikka dibantu masyarakat menurunkan sebuah tiang jaringan kabel telekomunikasi yang berdiri di depan Toko Agung, Jalan Don Thomas Maumere, Selasa (30/10) petang. Gara-gara pemancangan tiang jaringan tersebut, dua buruh tewas seketika karena kesetrum listrik tegangan tinggi.
Dua pekerja yang tewas itu adalah Mikael Moa Bero, warga asal Desa Waipare Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka yang sudah lama tinggal di Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. Dan korban lainnya adalah  Jusman Burhan Wadan, warga asal Solor Kabupaten Flores Timur.
Pemancangan tiang jaringan telekomunikasi itu dilakukan secara manual, tanpa alat pengaman. Di bagian atas melintang kabel listrik tegangan tinggi. Saat tiang jaringan tersebut ditanam, bagian ujungnya menyentuh kabel listrik. Spontan terjadi hubungan pendek yang mengalirkan arus listrik berkekuatan tinggi.
Soleman Tetu, salah seorang saksi mata mengatakan mereka sebanyak enam orang yang terlibat memancang tiang jaringan telekomunikasi. Selain dua korban tewas, yang juga ikut terlibat adalah Sarif Udin, Dani, dan Saverinus. Mereka menyadari ada kabel listrik tegangan tinggi yang melintang persis dekat tiang yang akan dipancang.
“Memang kami tahu ada kabel listrik di atasnya. Makanya bagian atas tiang kami bungkus dengan dos bekas air minum. Waktu kami pancang, ternyata tiang menyentuh kabel, dan terjadi setrum. Dua teman ini terpelanting. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit. Tadi saya dengar katanya sudah meninggal,” cerita laki-laki asal Kabupaten Timor Tengah Selatan ini yang ditemui Polres Sikka.
Pantauan media ini di depan Toko Agung sekitar pukul 17.30 Wita, polisi sudah memasang garis polisi. Sejumlah aparat keamanan sedang menurunkan tiang jaringan telekomunikasi. Wakapolres Sikka Kompol iwan Iswahyudi dan Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Heffri Dwi Irawan tampak ada di lokasi tempat kejadian perkara. Banyak masyarakat yang mendatangi lokasi. Satuan Lantas Polres Sikka terpaksa mengamankan arus lalulintas yang cukup ramai saat itu.
Sementara itu di UGD RSUD TC Hillers Maumere, badan dua korban ini sudah ditutupi dengan kain warna ungu. Tampak keluarga dari korban Mikael Moa Bero sedang berkoordinasi dengan perawat di UGD. Tidak lama berselang, perawat  membawa korban ke kamar jenazah.
Di Polres Sikka, polisi sedang mengambil keterangan dari 4 pekerja yaitu abubakar Eli, Soleman Tetu, Sarif Udin, dan Murry Mahsuri, dan seorang bernama Rahmat Samsudin yang berperan sebagai pengawas. Saat terjadinya peristiwa ini, Rahmat samsudin mengaku tidak berada di tempat karena sedang kembali ke kos untuk mandi.
Para pekerja ini bernaung di bawah PT Percon Summa yang merupakan kontraktor pelaksana pemasangan tiang jaringan telekomunikasi di Kota Maumere. Informasi dari Rahmat Samsudin, perusahaan ini akan memasang kurang lebih 200 tiang jaringan telekomunikasi. Pemasangan baru mulai dilaksanakan hari ini, di mana pada pemasangan tiang yang kedua langsung terjadi kecelakaan kerja.*** (eny)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini