Buru-Buru Pulang Sekolah untuk Tambang Pasir, Emanuel Tewas Tertimbun Longsoran Tanah

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 8 Januari 2019 - 00:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Emanuel Jefriano Armando, korban tewas akibat longsoran tanah di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, Senin (7/1)

Kondisi Emanuel Jefriano Armando, korban tewas akibat longsoran tanah di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, Senin (7/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Emanuel Jefriano Armando, siswa Kelas 1 SDK Hale, Senin (7/1), buru-buru pulang dari sekolah. Rupanya pagi itu dia hendak menambang pasir di lahan milik Januarius Joni di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Ternyata dia tewas tertimbun longsoran tanah.
Seorang teman korban menceritakan, SDK Hale pagi itu ada kerja bakti di sekolah. Emanuel Jefriano Armando pun ikut terlibat. Namun belum selesai kerja bakti, anak berusia 8 tahun ini lalu bergegas tinggalkan sekolah. Seorang guru sempat menegurnya, namun dia menjawab seadanya dan langsung pulang ke rumah.
Tidak berselang lama tersiar kabar Emanuel Jefriano Armando bersama kakak kandungnya Petrus Afriandi, 10 tahun, dan seorang keluarga bernama Silferius Silik, 11 tahun, tewas tertimbun longsoran tanah. Sementara seorang lain, Marselinus Moa alias Doli, 20 tahun, dalam keadaan kritis.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Ketiga anak ini selama satu bulan terakhir sering menambang pasir di lahan milik Januarius Joni. Tidak setiap hari mereka menambang pasir, tetapi tergantung kemauan. Dari hasil menambang pasir, pemilik lahan memberikan imbalan berupa uang.
Pantauan media ini di lokasi kejadian, jasad Emanuel Jefriano Armando dievakuasi paling terakhir. Petugas evakuasi dari Basarnas Maumere, TNI dan Polri, serta Tagana Sikka kesulitan mengevakuasi karena timbunan tanah dan pasir yang terlalu padat dan banyak.
Apalagi tidak jauh dari tempat yang dicurigai korban tertimbun, ada sebongkah batu besar yang ikut longsor dari dataran tebing. Petugas evakuasi kuatir ketika sedang mengeluarkan timbunan pasir, justeru batu itu bisa menggelinding dan menutupi jalur evakuasi.
Petugas evakuasi lalu mencari jalan untuk memindahkan batu besar tersebut. Mereka melilitkan tali tambang ke badan batu, kemudian dibantu warga masyarakat setempat menarik batu tersebut. Upaya ini berkali-kali dilakukan namun gagal, karena beban batu yang sangat berat.
Sambil melakukan upaya ini, seorang anggota Tagana Sikka terus menggali timbunan pasir di tempat yang dicurigai korban tertimbun. Akhirnya dia berhasil mengidentifikasi kepala korban. Petugas evakuasi pun mulai pelan-pelan menyingkirkan timbunan pasir di sekitar korban, hingga berhasil mengeluarkan tubuh korban. Di tempat itu ditemukan juga sebatang linggis kecil, yang diduga digunakan korban saat menambang pasir.
Setelah dikeluarkan dari timbunan pasir, tubuh Emanuel Jefriano Armando dimasukkan dalam kantong mayat, dan dibawa ke halaman rumah pemilik lahan. Petugas evakuasi meminta keluarga untuk memastikan identitas korban. Setelah dipastikan, korban langsung dimandikan saat itu juga oleh seorang perawat, lalu dibaringkan bersama dua korban lain.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru