Maumere-SuaraSikka.com: Isak tangis meledak dari rumah duka kakak beradik korban tewas longsoran tanah di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Senin (7/1). Maria Diligensi, ibu kandung Petrus Afriandi, 10 tahun, dan Emanuel Jefrianto, 8 tahun, menangis histeris saat dikunjungi Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang.
Rumah duka itu berada di RT/RW 003/002, yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian. Untuk sampai ke rumah duka, harus menaiki tangga alam dari tanah merah dan batu. Melangkahnya harus hati-hati karena jalanan yang licin menyusul hujan beberapa hari di wilayah itu.
Mengetahui kehadiran Kapolres Sikka, Maria Diligensia langsung menangis histeris. Dia hanya berdiri di depan pintu masuk rumah, didampingi beberapa anggota keluarga. Tampak istri Laurentius Kuin ini mengenakan kain sarung yang menutup bagian belakang kepala. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya, kecuali isak tangis yang mengharukan.
Berita Terkait:
- Longsor di Mapitara, 3 Anak Tewas, 1 Kritis
- Jenazah Korban Longsor Dibaringkan di Halaman Rumah Pemilik Lahan
- Buru-Buru Pulang Sekolah untuk Tambang Pasir, Emanuel Tewas Terimbun Longsoran Tanah
- Cerita Longsor di Mapitara, Pasir 3 Sak Dibayar Rp 5.000
- “Sembunyi” di Hebing, Januarius Joni Diamankan Polisi
- Penyidik Masih Dalami Peristiwa Tanah Longsor di Mapitara















