Jaksa Lirik Dugaan Korupsi 10 Tahun Lalu di PDAM Flotim

0
463
Jaksa Lirik Dugaan Korupsi 10 Tahun Lalu di PDAM Flotim
Mantan Direktur PDAM Flotim Petrus Peren Lamanepa
Larantuka-SuaraSikka.com: Praktik-praktik korupsi tidak mudah dibungkus rapi begitu saja. Di PDAM Flotim misalnya, dugaan korupsi sekitar 10 tahun lalu, kini mulai terungkap. Terbetik kabar Kejaksaan Negeri Laratuka sedang melirik dugaan korupsi dana perusahaan tersebut. Diduga daerah mengalami kerugian sebesar Rp 200-an juta.
Mantan Direktur PDAM Flotim Petrus Peren Lamanepa mengaku sudah mendengar informasi terkait kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan yang sedang dilakukan kejaksaan setempat. Informasi tersebut dia terima dari Aloysius Key, salah seorang staf PDAM Flotim. Ternyata Aloysius Key adalah orang yang melaporkan dugaan korupsi tersebut ke Kejari Larantuka. Aloysius Key melaporkan dugaan korupsi ini pada Oktober 2018 lalu.
“Kebetulan hari Sabtu baru-baru ini saya bertemu Aloysius Key. Dia menceritakan telah melaporkan kasus dugaan korupsi sekitar 10 tahun lalu tersebut ke kejaksaan. Ada dugaan penyelewengan dana perusahaan sebesar kurang lebih Rp 200 juta,” ujar Petrus Peren Lamanepa.
Informasi dari Aloysius Key, lanjut Petrus Peren Lamanepa, untuk menindaklanjuti laporan tersebut, dua orang penyidik dari kejaksaan telah menemui pelapor di Waiwerang. Penyidik kejaksaan juga menemui beberapa orang yang nama mereka disebut-sebut dalam laporan dugaan korupsi.
Aloysius Key memberanikan diri melapor dugaan korupsi di tubuh PDAM Flotim seteleh mendengar sambutan Bupati Flotim waktu itu Yoseh Lagadoni Herin saat serah terima Pelaksana Tugas Direktur PDAM Flotim di rumah jabatan Bupati Flotim. Dari sambutan Bupati Flotim waktu itu, diketahui ada temuan kerugian negara di tubuh PDAM Flotim, sesuai hasil audit Inspektorat Kabupaten Flotim.
Untuk memastikan informasi dari Alosius Key, Petrus Peren Lamanepa menemui Kasi Intel Kejari Laratuka Anas Rustamaji pada Senin (14/1). Awalnya Anas Rustamaji berkeberatan menyampaikan upaya hukum yang sedang dilakukan penyidik kejaksaan terkait laporan dugaan korupsi di PDAM Flotim. Dia beralasan kasus tersebut terjadi sekitar 10 tahun lalu.
“Karyawan sudah mulai diberi semacam tunjangan kerja. Kalau kasus ini dipublis, takutnya bisa mendorong terjadi trush di masyarakat,” ujar Petrus Peren Lamanepa mengutip penyampaian Anas Rustamaji.
Namun ketika didesak terus, terutama menyangkut kredibilitas kinerja kejaksaan serta kepercayaan masyarakat akan kinerja PDAM Flotim, akhirnya Anas Rustamaji mengaku pihaknya sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan.
“Menurut Pa Anas, setiap laporan dari masyarakat adalah informasi awal, dan itu belum tentu benar adanya penyelewengan. Tapi dia mengaku, pihaknya akan tindaklanjuti sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku,” terang Petrus Peren Lamanepa.
Sementara itu, terkait informasi dugaan penyelewengan keuangan PDAM Flotim sebesar Rp 1,6 miliar di zaman kepemimpinannya, Petrus Peren Lamanepa mempersilakan media ini menelusuri langsung ke Kejari Larantuka. Menurut dia informasi tersebut sdalah rumor murahan yang sengaja ditiup-tiup oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini