Dana Adat Pendidikan Tidak Terakomodir, Bupati Sikka: Kami Cari Jalan Lain

0
222
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memberikan sambutan pada paripurna penetapan RPJMD Sikka Tahun 2018-2023, Rabu (6/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Dana adat pendidikan yang menjadi janji politik Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga (Roma), tidak terakomodir di dalam RPJMD Sikka Tahun 2018-2023. Meski demikian Bupati Sikka berjanji akan tetap berjuang dengan mencari jalan lain.
“Kami menghormati keputusan. Kami tetap berjuang mencari cara lain, jalan lain, supaya pendidikan di Sikka ini bisa seperti di negara-negara maju,” ujar Robby Idong di depan sidang paripurna penatapan Perda RPJMD Sikka Tahun 2018-2023, Rabu (6/3).
Robby Idong mengatakan sesungguhnya ada 3 skema yang diusulkan terkait dana adat pendidikan. Usulan itu tertuang melalui Ranperda Bantuan Dana Pendidikan yang diajukan pemerintah kepada DPRD Sikka. Ranperda itu sendiri ditolak pembahasan karena dipandang belum lengkap dari aspek yuridis formal, apalagi program tersebut sedang dibahas di RPJMD Sikka.
Tiga skema tersebut, pertama, hibah yang diperuntukkan bagi 14,2 persen masyarakat Kabupaten Sikka yang miskin. Kedua, beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi. Dan ketiga, pinjaman kepada 58 persen masyarakat Kabupaten Sikka yang berada pada posisi sedang tidak kaya, tidak miskin, dan kesulitan biaya pendidikan tinggi.
Di depan paripurna DPRD Sikka, Robby Idong mengatakan dia telah menempuh beberapa upaya dengan mencari semua potensi pendanaan dari luar. Sementara ini sedang koordinasi untuk mendapatkan kuota 100 mahasiswa yang akan belajar di Universitas Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang dengan bebas STP. Pemerintah membantu biaya pembangunan Rp 4,6 juta per mahasiswa, sedangkan biaya pendaftaran sebesar Rp 250 ribu ditanggung mahasiswa.
“Ini tawaran. Dan saat kini kami sedang menyelesaikan MoU. Perlu saya sampaikan kepada Dewan yang terhormat, kita butuh kerja sama dengan pola ini. Jadi untuk 100 mahsiswa, kita harys menyediakan Rp 460 juta, sehingga audah pasti dalam 4 tahun putra-putri kita diwisuda,” ujar dia.
Selain itu, katanya, ada peluang Program Indonesia Pintar dan program-program beasiswa, baik dari pembiayaan pemerintah RI maupun pendanaan dari luar negeri. Dia menyebutkan seperti bantuan dari Swiss sebanyak 11 ribu mahsiswa.
Peluang lain yakni kerja sama dengan Universitas Nusa Nipa Maumere dan IKIP Muhamadiyah. Dia akan memperjuangkan jatah mahasiswa masing-masing 500 orang.
“Ini perjuangan. Saya tidak berjanji. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan mendapatkan kuota lebih besar, sehingga putra-putri kita berkesempatan mendapatkan pendidikan tinggi,” tambah dia.
Robby Idong menambahkan Pemkab Sikka akan berkoordinasi dengan Pemprop NTT untuk urusan biaya pendidikan SLTA. Koordinasi akan dilakukan untuk pembebasan biaya STP pada semua lembaga pendidikan sekolah menengah atas. Dia akan memanfaatkan koordinasi ini melalui Musrenbang Propinsi.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini