Dana Adat Pendidikan Tidak Terakomodir, Bupati Sikka: Kami Cari Jalan Lain

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 7 Maret 2019 - 15:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 13 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memberikan sambutan pada paripurna penetapan RPJMD Sikka Tahun 2018-2023, Rabu (6/3)

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memberikan sambutan pada paripurna penetapan RPJMD Sikka Tahun 2018-2023, Rabu (6/3)

Maumere-SuaraSikka.com: Dana adat pendidikan yang menjadi janji politik Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga (Roma), tidak terakomodir di dalam RPJMD Sikka Tahun 2018-2023. Meski demikian Bupati Sikka berjanji akan tetap berjuang dengan mencari jalan lain.
“Kami menghormati keputusan. Kami tetap berjuang mencari cara lain, jalan lain, supaya pendidikan di Sikka ini bisa seperti di negara-negara maju,” ujar Robby Idong di depan sidang paripurna penatapan Perda RPJMD Sikka Tahun 2018-2023, Rabu (6/3).
Robby Idong mengatakan sesungguhnya ada 3 skema yang diusulkan terkait dana adat pendidikan. Usulan itu tertuang melalui Ranperda Bantuan Dana Pendidikan yang diajukan pemerintah kepada DPRD Sikka. Ranperda itu sendiri ditolak pembahasan karena dipandang belum lengkap dari aspek yuridis formal, apalagi program tersebut sedang dibahas di RPJMD Sikka.
Tiga skema tersebut, pertama, hibah yang diperuntukkan bagi 14,2 persen masyarakat Kabupaten Sikka yang miskin. Kedua, beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi. Dan ketiga, pinjaman kepada 58 persen masyarakat Kabupaten Sikka yang berada pada posisi sedang tidak kaya, tidak miskin, dan kesulitan biaya pendidikan tinggi.
Di depan paripurna DPRD Sikka, Robby Idong mengatakan dia telah menempuh beberapa upaya dengan mencari semua potensi pendanaan dari luar. Sementara ini sedang koordinasi untuk mendapatkan kuota 100 mahasiswa yang akan belajar di Universitas Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang dengan bebas STP. Pemerintah membantu biaya pembangunan Rp 4,6 juta per mahasiswa, sedangkan biaya pendaftaran sebesar Rp 250 ribu ditanggung mahasiswa.
“Ini tawaran. Dan saat kini kami sedang menyelesaikan MoU. Perlu saya sampaikan kepada Dewan yang terhormat, kita butuh kerja sama dengan pola ini. Jadi untuk 100 mahsiswa, kita harys menyediakan Rp 460 juta, sehingga audah pasti dalam 4 tahun putra-putri kita diwisuda,” ujar dia.
Selain itu, katanya, ada peluang Program Indonesia Pintar dan program-program beasiswa, baik dari pembiayaan pemerintah RI maupun pendanaan dari luar negeri. Dia menyebutkan seperti bantuan dari Swiss sebanyak 11 ribu mahsiswa.
Peluang lain yakni kerja sama dengan Universitas Nusa Nipa Maumere dan IKIP Muhamadiyah. Dia akan memperjuangkan jatah mahasiswa masing-masing 500 orang.
“Ini perjuangan. Saya tidak berjanji. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan mendapatkan kuota lebih besar, sehingga putra-putri kita berkesempatan mendapatkan pendidikan tinggi,” tambah dia.
Robby Idong menambahkan Pemkab Sikka akan berkoordinasi dengan Pemprop NTT untuk urusan biaya pendidikan SLTA. Koordinasi akan dilakukan untuk pembebasan biaya STP pada semua lembaga pendidikan sekolah menengah atas. Dia akan memanfaatkan koordinasi ini melalui Musrenbang Propinsi.*** (eny)
Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru