TPDI Desak Hentikan Kasus Narkotika yang Libatkan Oknum Polisi dan PNS di Sikka

0
385
TPDI Desak Hentikan Kasus Narkotika yang Libatkan Oknum Polisi dan PNS di Sikka
Koordinator Tim Pembela Demomrasi Indonesia Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado
Maumere-SuaraSikka.com: Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado mendesak Polda NTT menghentikan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan oknum polisi dan pegawai negeri sipil di Kabupaten Sikka propinsi NTT.
Dalam keterangan kepada media ini, Kamis (7/3), pengacara yang berpraktik di Maumere itu beralasan tidak ada barang bukti narkotika jebis sabu-sabu. Selain itu hanya 3 orang saja yang hasil tes urine-nya dinyatakan positip mengandung methamphetamine jenis sabu-sabu. Bahkan sampai detik ini Polda NTT tidak bisa menemukan keterkaitan terduga dengan sindikat atau jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu.
Dia mengatakan informasi penangkapan terhadap 1 orang pengusaha, 3 orang polisi dan 1 orang PNS pada awal Februari lalu, sampai sekarang masih simpang siur kejelasannya. Namun demikian, TPDI NTT berhasil mendapatkan informasi yang cukup valid, di mana dari 5 orang yang diamankan Polda NTT ternyata hanya 3 orang yang berstatus tersangka pengguna sabu-sabu, sedangkan 2 orang lainnya berstatus sebagai saksi.
“Kami memperoleh fakta-fakta yang signifikan bahwa dalam proses hukum oleh Polda NTT sama sekali tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu. Dan hanya 3 orang yang hasil tes urine positip mengandung methamphetamine jenis sabu-sabu,” ungkap Meridian Dewanta Dado.
Dengan idak ditemukannya barang bukti sabu-sabu serta tidak adanya keterkaitan terduga dengan jaringan peredaran sabu-sabu, menurut dia, semestinya Polda NTT segera melakukan penghentian penyidikan. Selanjutnya, Polda NTT harus menerapkan mekanisme rehabilitasi medis atau rehabilitasi sosial terhadap 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, tanpa perlu membawa persoalan ini ke jalur peradilan pidana.
Menurut dia, hal itu sesuai dengan Surat Edaran Nomor SE/01/II/Bareskrim tertanggal 15 Februari 2018, yang salah satu pertimbangannya menyatakan rehabilitasi diberikan kepada tersangka yang tertangkap dengan bukti hasil pemeriksaan urine positip, tanpa ditemukan barang bukti dan adanya keterkaitan atau koneksi dengan jaringan peredaran narkotika.
“Jadi sebaiknya Polda NTT segera hentikan penyidikan dugaan kasus ini, dan merahabilitasi 3 tersangka,” ujar dia.
Dia mengingatkan jika Polda NTT memaksakan diri untuk meneruskan proses penyidikan atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, maka Polda NTT bisa disebut sebagai pihak yang telah membangkang karena tidak melaksanakan amanat surat edaran tersebut.
Sementara itu pantauan media ini, Selasa (5/3), dua oknum polisi yang sempat diamankan Polda NTT, tampak sedang duduk santai di ruangan lobi Mapolres Sikka. Keduanya mengenakan kaos seragam internal Polres Sikka berwarna merah. Diperkirakan kedua oknum polisi ini dipulangkan ke Maumere setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Ketika ditanya media ini, keduanya tidak banyak memberikan keterangan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini