TPDI Desak Hentikan Kasus Narkotika yang Libatkan Oknum Polisi dan PNS di Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 7 Maret 2019 - 18:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 21 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Tim Pembela Demomrasi Indonesia Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado

Koordinator Tim Pembela Demomrasi Indonesia Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado

Maumere-SuaraSikka.com: Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT Meridian Dewanta Dado mendesak Polda NTT menghentikan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan oknum polisi dan pegawai negeri sipil di Kabupaten Sikka propinsi NTT.
Dalam keterangan kepada media ini, Kamis (7/3), pengacara yang berpraktik di Maumere itu beralasan tidak ada barang bukti narkotika jebis sabu-sabu. Selain itu hanya 3 orang saja yang hasil tes urine-nya dinyatakan positip mengandung methamphetamine jenis sabu-sabu. Bahkan sampai detik ini Polda NTT tidak bisa menemukan keterkaitan terduga dengan sindikat atau jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu.
Dia mengatakan informasi penangkapan terhadap 1 orang pengusaha, 3 orang polisi dan 1 orang PNS pada awal Februari lalu, sampai sekarang masih simpang siur kejelasannya. Namun demikian, TPDI NTT berhasil mendapatkan informasi yang cukup valid, di mana dari 5 orang yang diamankan Polda NTT ternyata hanya 3 orang yang berstatus tersangka pengguna sabu-sabu, sedangkan 2 orang lainnya berstatus sebagai saksi.
“Kami memperoleh fakta-fakta yang signifikan bahwa dalam proses hukum oleh Polda NTT sama sekali tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu. Dan hanya 3 orang yang hasil tes urine positip mengandung methamphetamine jenis sabu-sabu,” ungkap Meridian Dewanta Dado.
Dengan idak ditemukannya barang bukti sabu-sabu serta tidak adanya keterkaitan terduga dengan jaringan peredaran sabu-sabu, menurut dia, semestinya Polda NTT segera melakukan penghentian penyidikan. Selanjutnya, Polda NTT harus menerapkan mekanisme rehabilitasi medis atau rehabilitasi sosial terhadap 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, tanpa perlu membawa persoalan ini ke jalur peradilan pidana.
Menurut dia, hal itu sesuai dengan Surat Edaran Nomor SE/01/II/Bareskrim tertanggal 15 Februari 2018, yang salah satu pertimbangannya menyatakan rehabilitasi diberikan kepada tersangka yang tertangkap dengan bukti hasil pemeriksaan urine positip, tanpa ditemukan barang bukti dan adanya keterkaitan atau koneksi dengan jaringan peredaran narkotika.
“Jadi sebaiknya Polda NTT segera hentikan penyidikan dugaan kasus ini, dan merahabilitasi 3 tersangka,” ujar dia.
Dia mengingatkan jika Polda NTT memaksakan diri untuk meneruskan proses penyidikan atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, maka Polda NTT bisa disebut sebagai pihak yang telah membangkang karena tidak melaksanakan amanat surat edaran tersebut.
Sementara itu pantauan media ini, Selasa (5/3), dua oknum polisi yang sempat diamankan Polda NTT, tampak sedang duduk santai di ruangan lobi Mapolres Sikka. Keduanya mengenakan kaos seragam internal Polres Sikka berwarna merah. Diperkirakan kedua oknum polisi ini dipulangkan ke Maumere setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Ketika ditanya media ini, keduanya tidak banyak memberikan keterangan.*** (eny)
Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru