Penderita Sakit Jiwa Gantung Diri di Pohon Nangka

0
52
Penderita Sakit Jiwa Gantung Diri di Pohon Nangka
Ilustrasi
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Maria Klara Gondelina, 51 tahun, seorang penderita sakit jiwa,  ditemukan tewas gantung diri di pohon nangka, Minggu (12/5). Korban diketahui sempat menghilang sejak Sabtu (11/5).
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang ditemui Senin (13/5) di ruang kerjanya, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi di Dusun Glak Desa Hale Kecamatan Mapitara. Korban telah dimakamkan pagi tadi.
Rickson Situmorang menjelaskan peristiwa ini diketahui Minggu (12/5) sekitar pukul 15.00 Wita, menyusul laporan Kepala Desa Hale Albertus Ruben melalui telepon selular kepada anggota piket jaga SPKT Polsek Bola. Aparat kepolisian pun langsung turun ke lokasi kejadian di kebun milik korban di Dusun Glak Desa Hale, sekitar 2 kilometer dari rumah korban.
Keterangan yang disampaikan Rickson Situmorang bahwa pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 08.00 Wita, suami korban bernama Bonefonsius Benyamin meninggalkan rumah dan berangkat ke Maumere. Sementara anak kandung korban bernama Viktorius Nong Elwis, 26 tahun, pagi itu berangkat ke kebun. Korban pun ditinggalkan sendirian di rumah.
Bonefonsius Benyamin kembali lagi ke rumah sekitar pukul 17.00 Wita. Demikian juga Viktorius Nong Elwis pilang ke rumah pada sore harinya. Sesampai di rumah, bapak beranak ini tidak nelihat keberadaan korban di rumah. Keduanya lalu berupaya mencari di rumah-rumah tetangga di kampung itu. Namun upaya pencarian tidak berhasil. Mereka pun bersepakat melanjutkan pencarian pada keesokan harinya.
Pada Minggu (12/5) pukul 09.00 Wita Bonefonsius Benyamin bersama Viktorius Nong Elwis kembali melanjutkan pencarian. Keduanya menyusuri kebun-kebun yang berada di kampung itu. Pada pukul 14.10 Wita, Bonefonsius Benyamin dan Viktorius Nong Elwis menemukan korban dalam posisi tergantung di pohon nangka, di kebun milik korban. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal.
“Korban menggantungkan diri pada pohon nangka, menggunakan seutas tali nilon warna biru yang panjangnya kurang lebih 2,5 meter. Tinggi gantungan dari dahan pohon nangka ke tanah 2,38 centimeter. Saat ditemukan korban sudah meninggal,” jelas Rickson Situmorang.
Melihat kejadian tersebut, Bonefonsius lalu meminta anaknya untuk segera memanggil sanak saudara dan keluarga ke lokasi kejadian. Dia juga minta anaknya memberitahu kepala desa sekaligus melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bola.
Rickson Situmorang menyampaikan bahwa korban selama ini mengalami sakit gangguan jiwa. Dari peristiwa ini keluarga korban menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis berupa visum oleh pihak Puskesmas Mapitara. Keluarga menerima peristiwa ini dengan iklas sebagai sebuah musibah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini