Polisi Bekuk Admin Grup Pornografi, 1 Mahasiswa 2 Pelajar

0
423
Bikin Grup Pornografi, Admin Mengaku untuk Hiburan
Tiga admin grup pornografi sedang berada di ruangan Unit Tipiter Reskrim Polres Sikka, Rabu (15/5)
Maumere-SuaraSikka.com: Grup pornografi di media sosial facebook di Kabupaten Sikka Propinsi NTT, beberapa hari ini menjadi viral. Aparat kepolisian pun langsung membekuk 3 admin dari dua grup berbeda, terdiri dari  1 orang mahasiswa dan 2 pelajar.
Admin yang dibekuk adalah YR, 16 tahun, pelajar Kelas X sebuah sekolah di Kota Maumere, yang merupakan admin Grup Gowa Together. Sedangkan 2 lainnya adalah AGG, 23 tahun, mahasiswa sebuah perguruan tinggi Kota Maumere, dan GL, 18 tahun, pelajar Kelas XII sebuah sekolah di Kota Maumere. Keduanya adalah admin Grup Nekad Main Makan Berani.
Tiga admin yang masih berusia muda ini, langsung diperiksa penyidik di Unit Tipiter Reskrim Polres Sikka, Rabu (15/5). Dari YR diketahui masih ada 4 admin yang mengelola Grup Gowa Togther yaitu DV dan GU yang masih berstatus pelajar SMA di Kota Maumere, serta EL dan PE yang baru saja tamat SMA. Penyidik akan memanggil 4 admin ini untuk dimintai keterangan.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/5) siang, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya grup pornografi di media sosial. Dari informasi masyarakat tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan, dan berhasil membekuk 3 orang admin dari 2 grup berbeda.
“Sementara ini sedang dilakukan interview. Mereka mengakui membuat grup itu. Isi postingan di grup itu seputar pornografi, hubungan intim, dan semacamnya,” jelas Rickson Situmorang.
Pantauan media ini di Unit Tipiter, penyidik sedang memeriksa AGG dan GL, admin Grup Nekad Main Makan Berani. Keduanya diperiksa secara terpisah. Grup ini dibuat AGG beberapa hari yang lalu, dan sementara ini sudah lebih dari 200 anggota yang bergabung di dalamnya.
Sementara itu YR, admin Grup Gowa Together tampak duduk di luar ruangan ruangan Unit Tipiter. Dia didampingi ayahnya. YR menginisiasi grup ini sejak 1 Maret 2019 lalu, dan sudah 5.100 anggota yang berada di grup ini. Dia membuat Grup Gowa Together dengan meminjam handphone milik kawannya. YR sendiri tidak memiliki handphone.
Usai pemeriksaan AGG dan GL, Kanit Tipiter Ipda Razes P. Manurung lalu memanggil YR untuk bersama-sama AGG dan GL berada di dalam ruangan Unit Tipiter. Orang tua YR juga dipanggil ke dalam ruangan tersebut. Sementara itu Razes Manurung terlihat beberapa kali bolak-balik bertemu Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Heffri Dwi Setiawan.
Kapolres Sikka Rickson Situmorang menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan informasi dan teknologi pada media-media sosial, terutama yang cenderung berbau pornografi, radikalisme, dan unsur SARA. Dia mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial agar menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positip dan bermanfaat.
Sampai dengan petang ini, ketiga admin pornografi tersebut masih berada di ruangan Unit Tipiter. Penyidik masih melakukan pencarian terhadap 4 admin Grup Gowa Together untuk dimintai keterangan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini