Bikin Grup Pornografi, Admin Mengaku untuk Hiburan

0
60
Bikin Grup Pornografi, Admin Mengaku untuk Hiburan
Tiga admin grup pornografi sedang berada di ruangan Unit Tipiter Reskrim Polres Sikka, Rabu (15/5)
Maumere-SuaraSikka.com: Aparat kepolisian membekuk 3 admin grup pornografi pada jaringan media sosial facebook di Kabupaten Sikka, Rabu (15/5). Dua admin yang menginisiasi grup tersebut mengaku membuat grup pornografi hanya untuk hiburan semata.
YR, 16 tahun, pelajar Kelas X pada sebuah sekolah di Kota Maumere, adalah admin Grup Gowa Together. Dia membuat grup tersebut pada 1 Maret 2019 lalu. Dalam waktu singkat angota grup ini sudah sebanyak 5.100 orang.
“Saya asal buat saja, untuk hiburan. Awalnya hanya untuk anak-anak kompleks. Tapi ternyata kemudian berkembang,” ungkap pemilik akun Valdo GeneRasta kepada media ini, Rabu (15/5), di Satuan Reskrim Polres Sikka.
Dia mengaku membuat grup dari handphone milik kawan. Dia sendiri tidak memiliki handphone. Setelah membuat grup dia mengundang anak-anak kompleks untuk bergabung di dalamnya. Lalu dia mengangkat 4 orang  anggota sebagai admin, yaitu DV, GU, EL, dan PE.
DV dan GU juga masih berstatus pelajar SMA di Kota Maumere, sedangkan EL dan PE yang baru saja tamat SMA. Polisi kini sedang memburu 4 admin tersebut untuk dimintai keterangan.
Sementara itu AGG, 23 tahun, mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Maumere, menginisiasi Grup Nekad Main Makan Berani. Kepada media ini di Satuan Reskrim Polres Sikka, Rabu (15/5), dia pun mengaku hal yang sama, yakni membuat grup pornografi itu untuk hiburan saja.
“Hanya untuk hiburan saja. Postingan-postingan yang kami buat bukan hal yang nyata, tapi untuk hibur-hibur saja,” ujar AGG yang didampingi GL.
Pemilik akun Tunggal Lucky itu membuat grup pada Sabtu (11/5), beberapa hari lalu. Kini anggota grup sudah mencapai lebih dari 200 anggota. Dia lalu mengangkat GL, seorang pelajar Kelas XII pada sebuah sekolah di Kota Maumere, menjadi admin grup.
YR, AGG, dan GL dibekuk polisi pada Rabu (15/5). Ketiganya telah dimintai keterangan oleh penyidik di Unit Tipiter Reskrim Polres Sikka. YR lebih dulu memberikan keterangan, kemudian menyusul AGG dan GL.
Saat di Satuan Reskrim Polres Sikka, YR didampingi ayahnya, yang adalah seorang tukang. Orang tua ini mengaku sama sekali tidak tahu perilaku anaknya yang telah meresahkan masyarakat. Dia baru mengetahui anaknya mengelola grup ponografi setelah mendapat informasi dari seorang polisi. Dengan kesadaran sendiri, orang tua ini lalu mengantar YR bertemu polisi tersebut, dan kemudian dibawa ke Mapolres Sikka.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/5) siang, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya grup pornografi di media sosial. Dari informasi masyarakat tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan, dan berhasil membekuk 3 orang admin dari 2 grup berbeda.
“Sementara ini sedang dilakukan interview. Mereka mengakui membuat grup itu. Isi postingan di grup itu seputar pornografi, hubungan intim, dan semacamnya,” jelas Rickson Situmorang.
Dia menegaskan akan terus memantau perkembangan informasi dan teknologi pada media-media sosial, terutama yang cenderung berbau pornografi, radikalisme, dan unsur SARA. Dia mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial agar menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positip dan bermanfaat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini