Pendamping Desa Seret Anggota DPRD Sikka ke Polisi

0
197
Pendamping Desa Seret anggota DPRD Sikka Eri ke Polisi
Inosensius Ino sedang memberikan keterangan kepada wartawan di Polres Sikka, Selasa (21/5)
Maumere-SuaraSikka.com: Seorang pendamping desa di Kecamatan PaluE Kabupaten Sikka  Propinsi NTT bernama Inosensius Ino menyeret anggota DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri ke kantor polisi. Dia mendapat penghinaan, makian, dan intimidasi dari wakil rakyat tersebut.
Yoseph Karmianto Eri yang diklarifikasi terkait hal ini belum mau memberikan keterangan lebih detail. Ketua DPC PKB Sikka itu beralasan persoalan ini adalah urusan keluarga. Kuat kemungkinan dia akan menempuh jalur kekelurgaan untuk menyelesaikan persoalan ini. Sementara Inosensius Ino sendiri tetap teguh menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum.
Penghinaan, makian dan intimidasi yang dilakukan Yoseph Karmianto Eri kepada Inosensius Ini, terkuak setelah korban melaporkan persoalan ini ke SPKT Polres Sikka. Inosensius Ino, warga Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur itu mendatangi Polres Sikka, didampingi kuasa hukumnya Anton Stefanus.
Dia membawa serta dua orang saksi yakni Harsen Ware dan Stanislaus Pele. Persoalan ini berawal dari informasi Harsen Wera kepada Insensius Ino pada Minggu (28/4), terkait pembicaraan antara Yoseph Karmianto Eri dan Ketua KPPS TPS Nitungle 01 Laurensius Lise, pada sehari sebelumnya. Pembicaraan dua orang ini menyangkut hasil perolehan suara Yoseph Karmianto Eri, yang adalah calon anggota DPRD Sikka.
Saat terjadi pembicaraan antara kedua orang itu, ternyata ada kata-kata penghinaan dan makian yang diungkapkan Yoseph Karmianto Eri. Kata-kata penghinaan itu dialamatkan kepada Inosensius Ino. Rupanya percakapan kedua orang ini direkam video oleh Stanislaus Pele. Rekaman video ini menjadi barang bukti yang diserahkan saat laporan di polisi.
“Saya dengar informasinya dari Harsen Wera. Lalu beberapa hari kemudian Stanislaus Pele ketemu saya, dan memperdengarkan rekaman video itu. Ternyata benar, ada kata-kata yang menghina saya, juga intimidasi saya,” ungkap Inosensius Ino kepada wartawan di Polres Sikka.
Inosensius menambahkan dalam rekaman video tersebut, Yoseph Karmianto Eri mengintimidasi dirinya dengan mengatakan akan menelepon Korkab dan Korprop Pendamping Desa, dan merekomendasikan untuk memecat Inosensius Ino sebagai Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan PaluE.
“Saya rasa tidak nyaman dan kuatir ancaman tersebut benar-benar terjadi, karena mengingat dia adalah seorang anggota legislatif yang bisa saja menekan eksekutif untuk melakukan apa yang dia inginkan,” ujar dia.
Anton Stefanus selaku kuasa hukum menjelaskan berdasarkan infromasi dari Harsen Wera dan Stanislaus Pele, serta barang bukti rekaman pembicaraan antara Yoseph Karmianto Eri dan Laurensius Lise, maka patut diduga telah terjadi tindakan penghinaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 315 KUHP, serta tindakan arogan atau intimidasi terhadap kliennya.
Usai memberikan laporan, Inosensius Ino langsung diambil keterangan oleh penyidik. Informasinya, selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga akan memanggil Yoseph Karmianto Eri selaku terlapor untuk didengarkan keterangannya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini