Soal Data Ganda Peserta BPJS Kesehatan, Bupati Sikka Sampaikan Info Sesat

0
162
Soal Data Ganda Peserta BPJS Kesehatan, Bupati Sikka Sampaikan Info Sesat
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Sikka Santy Parulian
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong pekan lalu menyebut terdapat 11.000 data ganda peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Sikka. Ternyata apa yang disampaikan itu akibat dari informasi yang sesat.
Hal ini diketahui setelah media ini mengklarifikasi Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Sikka Santy Parulian di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sikka di Jalan Wairklau, Senin (27/5). Dia menepis tudingan data ganda yang disampaikan Bupati Sikka.
Santy Parulian yang belum lama bertugas di Maumere mengaku kaget ketika mendengar informasi tentang ganda yang disampaikan Bupati Sikka. Dia pun mengklafirikasi hal tersebut langsung ke orang nomor sar di Kabupaten Sikka itu.
“Saya sempat baca pemberitaan di media tentang data ganda peserta BPJS Kesehatan. Sesungguhnya itu tidak benar. Kami sudah klarifikasi kepada Bupati, dan beliau berjanji akan menyampaikan lagi klarifikasi kepada media,” jelas Santy Parulian.
Santy Parulian menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyampaikan laporan kepada pemerintah melalui Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dalam laporan per bulan Maret 2019, disampaikan terkait 11.000 peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Sikka yang belum dilengkapi nomor induk kependudukan (NIK). Jadi pihaknya meminta pemerintah setempat untuk melengkapi NIK peserta.

Ribuan Data Ganda Peserta BPJS Kesehatan, Pemkab Sikka Rugi Rp 3,3 Miliar

 

“Jadi bukan ganda. Tapi ini soal NIK. Dan itu yang kami minta untuk dilengkapi. Saya sudah sampaikan ini kepada Bupati,” ujar Santy Parulian.
Dia menambahkan bahwa sejak pengalihan dari Jamkesda ke BPJS Kesehatan pada tahun 2014, NIK belum menjadi persyaratan wajib. Namun setelah dilakukan evaluasi terus menerus, muncullah kebijakan untuk melengkapi NIK pada data peserta.
Sebelumnya Robby Idong pada kegiatan coffee morning bersama wartawan yang bertugas di Kabupaten Sikka, Selasa (21/5), di Rumah Jabatan Bupati Sikka di Jalan Eltari, menegaskan masih terdapat 11.000 data ganda peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Sikka. Akibatnya pemerintah mengalami kerugian Rp 3,3 miliar.
Menurut dia, kesalahan data penerima dengan status ganda yang dilaporkan kepada BPJS Kesehatan berdampak merugikan pemerintah. Pemkab Sikka telah membayar klaim tapi tidak dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.
“Jadi sebenarnya kesehatan masyarakat kita sudah dijamin 100 persen oleh BPJS Kesehatan. Tetapi karena ada kesalahan data yang mengakibatkan 11.000 data ganda sehingga jaminan kesehaan baru mencakup 95 persen,” ungkap dia.
Munculnya data ganda, kesan Robby Idong, akibat validasi yang dilakukan secara amburadul. Dia menyebut pekerjaan validasi dilakukan tidak dengan hati. Untuk mendapatkan data yang riil, katanya, sementara ini pemerintah tengah merapikan kembali.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini