Nasib PPK Hewokloang dan Alok Timur Ditentukan Pekan Depan

    0
    174
    Nasib PPK Hewokloang dan Alok Timur Ditentukan Pekan Depan
    Azwan Abola, komisioner Bawaslu Sikka
    Maumere-SuaraSikka.com: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sikka tengah melakukan proses penyelidikan dugaan penggelembungan suara. Kasus ini melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Hewokloang dan Alok Timur. Nasib dua penyelenggara tingkat kecamatan ini akan ditentukan pekan depan.
    Menurut Azwan Abola, komisioner Bawaslu Sikka, pihaknya bersama Polres Sikka dan Kejaksaan Negeri Maumere yang tergabung dalam Sentra Gakumdu Sikka, pekan depan akan menentukan sikap terhadap hasil penyelidikan dua kasus dugaan penggelembungan suara. Sikap yang akan ditentukan yakni apakah menaikkan status ke tingkat penyidikan ataukah tidak.
    “Sementara ini masih dalam proses penyelidikan. Nanti kami akan sampaikan sikap. Untuk Alok Timur dijadwalkan Senin, dan Hewokloang dijadwalkan Rabu,” jelas Azwan Abola yang ditemui di gudang logistik KPU Sikka, Kamis (6/6).

    Berita Terkait:


    Dia mengatakan Sentra Gakumdu Sikka sedikit mengalami kendala berhubungan dengan waktu yang ditentukan hanya selama 14 hari kerja sejak kasus ini diregister. Persoalannya, dalam waktu yang singkat itu, mereka harus menyelesaikan dua kasus sekaligus. Sementara dalam rentang waktu tersebut, terdapat beberapa hari libur.
    Terhadap dua kasus dugaan penggelembungan suara ini, dia mengatakan pihaknya melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Bawaslu Propinsi dan Sentra Gakumdu Propinsi. Azwan Abola tidak mau memberikan keterangan sejauh mana Bawaslu Propinsi dan Sentra Gakumdu Propinsi menanggapi kasus cukup yang menyita perhatian masyarakat Kabupaten Sikka ini.
    Sebagaimana diketahui, Amandus Ratason selaku calon anggota DPRD Sikka dari PKB melaporkan dugaan penggelembungan suara, dengan terlapornya adalah PPK Hewokloang. Selain dugaan penggelembungan suara, caleg difabel ini juga mempersoalkan fisik C1 Plano pada sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang penuh dengan tipex.
    Pada saat yang sama Panwascam Alok Timur juga melaporkan kasus penggelembungan suara yang diduga dilakukan oleh PPK Alok Timur. Dalam kasus ini, sebagaimana yang diikuti pada pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten, diketahui terjadi penggelembungan sebanyak 45 suara kepada PPP. Modus penggelembungan suara yakni dengan memindahkan 45 suara milik PKB kepada PPP, yang diambil dari beberapa TPS di Desa Kojadoi, Lepolima, dan Watugong.
    Kasus dugaan pengelembungan suara di Alok Timur ini, juga dilaporkan pengurus PKP Indonesia Sikka. Namun hingga sekarang, Bawaslu Sikka belum meminta klarifikasi dari pelapor dan terlapor serta saksi-saksi. Azwan Abola beralibi substansi laporan PKP Indonesia Sikka sama dengan yang dilaporkan Panwascam Alok Timur.
    PKP Indonesia berkepentingan melaporkan kasus ini, karena justeru dugaan penggelembungan suara ini dibongkar oleh saksi PKP Indonesia saat rekapitulasi di tingkat kabupaten. Berkat terbongkarnya kasus ini, akhirnya PKP Indonesia mendapat kursi ke-10 atau kursi terakhir pada Daerah Pemilihan Sikka 1 yang meliputi Kecamatan Alok Timur, Alok, Alok Barat, dan PaluE.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini