Kaji Dugaan Penggelembungan Suara, Sentra Gakumdu Gelar Rapat Tertutup

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 11 Juni 2019 - 17:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 13 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amandus Ratason (depan kiri) pose bersama sejumlah saksi di Kantor Bawaslu Sikka beberapa waktu lalu

Amandus Ratason (depan kiri) pose bersama sejumlah saksi di Kantor Bawaslu Sikka beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Penyelidikan kasus dugaan penggelembungan suara di PPK Hewokloang dan PPK Alok Timur memasuki babak akhir. Sentra Gakumdu tengah serius melakukan pengkajian. Untuk maksud itu, lembaga ini pun menggelar rapat tertutup di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sikka, Selasa (11/6).
Rapat tertutup ini melibatkan Bawaslu Sikka, Polres Sikka, dan Kejaksaan Negeri Maumere. Belum diketahui siapa-siapa saja personil dari tiga lembaga ini yang mengikuti rapat tersebut. Diduga rapat tertutup Sentra Gakumdu terjadi pada salah satu ruangan di dalam kantor tersebut, yang sulit dilihat dari luar.
Pantauan media ini, pintu masuk Kantor Bawaslu Sikka dalam keadaan tertutup. Tidak sembarang orang yang bisa akses melalui pintu ini. Selain staf Bawaslu Sikka, di dalam kantor itu ada juga 5 anggota PPK Hewokloang. Mereka diminta kehadirannya untuk keterangan tambahan.
Seorang anggota PPK Hewokloang sempat keluar dari pintu ruangan samping Kantor Bawaslu Sikka. Dia langsung menuju ke tempat parkir motor. Ketika ditanya aktifitas PPK Hewokloang di dalam kantor, perempuan itu menjawab hanya duduk-duduk saja. Dia mengaku belum mendapat panggilan untuk memberikan keterangan tambahan.
“Belum kasih keterangan. Belum dipanggil. Hanya duduk saja. Ini mau keluar beli makan dulu,” jawab perempuan itu.
Sekitar jam 12.00 Wita, Ketua Bawaslu Sikka Harun Al Rasyid sempat keluar dari dalam kantor. Ketika ditanya dia beralasan hendak melakukan sholat. Dia pun seorang staf diantar dengan menggunakan motor. Kurang lebih 15 menit pria jangkung ini kembali lagi, dan langsung masuk ke dalam kantor.
Sejumlah wartawan yang sejak pagi berada di kantor itu, tidak bisa melakukan peliputan. Bahkan untuk mengonformasi Ketua Bawaslu Sikka terkait kelanjutan penanganan dugaan kasus penggelembungan suara, tidak mendapatkan pelayanan. Seorang staf Bawaslu Sikka menjawab bahwa masih ada pertemuan Sentra Gakumdu.
Diperkirakan rapat Sentra Gakumdu ini akan berlangsung alot. Sampai dengan pukul 14.00 Wita rapat masih berlangsung. Kemungkinan bisa berlangsung hingga malam hari. Meski demikian, sebagaimana keterangan komisoner Bawaslu Sikka, Azwan Abola, hampir bisa dipastikan keputusan Sentra Gakumdu berakhir besok Rabu (12/6).
Rapat Sentra Gakumdu ini pada akhirnya akan memutuskan apakah kasus dugaan penggelembungan suara yang terjadi di PPK Hewokloang dan PPK Alok dinaikkan statusnya ke tingkat penyidikan atau tidak.
Sebagaimana diketahui, dugaan penggelembugan suara di PPK Hewokloang dilaporkan oleh Amandus Ratason, calon anggota DPRD Sikka dari PKB. Pelapor menduga terjadi penggelembungan suara kepada salah satu caleg PKB pada Daerah Pemilihan Sikka 2 yang meliputi Kecamatan Hewokloang, Kewapante, Kangae, Nele, Koting, dan Lela.
Sedangkan dugaan penggelmbungan suara di PPK Alok Timur dilaporkan oleh Panwascam Alok Timur. Laporan ini terkait dugaan penggelembungan suara di Desa Kojadoi, Lepolima, dan Watugong. Terdapat 45 suara milik PKB pada sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di tiga desa itu yang digelembungkan untuk PPP.
Diduga penggelembungan suara ini untuk menaikkan jumlah perolehan suara PPP demi mendapatkan kursi ke-10 atau kursi terakhir di Daerah Pemilihan Sikka 1 yang meliputi Kecamatan Alok Timur, Alok, Alok Barat, dan PaluE.*** (eny)
Baca Juga :  Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka "Hilang" Rp 12 Miliar

Berita Terkait

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA