Amandus Ratason Tuding Kapolres Sikka Halangi Hak Politiknya

0
223
Amandus Ratason Tuding Kapolres Sikka Halangi Hak Politiknya
Amandus Ratason memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Bawaslu Sikka, Rabu (12/6) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Calon anggota DPRD Sikka dari PKB Amandus Ratason, Rabu (12/6) malam,  mengungkapkan kekesalannya kepada Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang. Dia menuding Rickson Situmorang telah menghalang-halangi hak politiknya sebagai seorang korban dari kasus dugaan penggelembungan suara pada PPK Hewokloang.
Kapolres Sikka Rickson Situmorang yang dikonfirmasi malam itu juga menjelaskan tidak ada niat darinya untuk menghalang-halangi hak politik Amandus Ratason. Dia hanya menginginkan agar penyampaian pendapat tidak disertai tindakan ancaman dan upaya memaksa untuk mengubah keputusan yang sudah diambil oleh Sentra Gakumdu.
Sikap kecewa Amandus Ratason dipicu karena tidak mendapatkan  kesempatan memberikan pendapat di depan Sentra Gakumdu. Setiap kali hendak mengutarakan pendapatnya langsung dipotong oleh Kapolres Sikka. Padahal, katanya, dia dipanggil bertemu Sentra Gakumdu di Kantor Bawaslu Sikka untuk didengarkan tanggapannya sehubungan dengan keputusan penghentian kasus dugaan penggelembungan suara pada PPK Hewokloang.
“Limit waktu sudah sangat singkat, tinggal 1 jam saja. Tetapi di dalam tadi yang lebih banyak bicara Kapolres Sikka. Jadi kami tidak ada waktu bicara. Hak bicara saya dihalang-halangi Kapolres Sikka. Ini kan diatur bagaimana caranya supaya saya tidak bicara, sampai dengan limit waktu selesai,” ungkapnya kecewa di Kantor Bawaslu Sikka.
Amandus Ratason Tuding Kapolres Sikka Halangi Hak Politiknya
Suasana rapat Sentra Gakumdu Sikka di Kantor Bawaslu Sikka, Rabu (12/6) malam untuk memutuskan kasus dugaan penggelembungan suara di PPK Hewokloang
Kesal dengan Kapolres Sika yang menghalang-halangi hak bicaranya, Amandus Ratason bersama dua orang pengacaranya kemudian meninggalkan ruangan. Penyandang difabel ini menuding ada konspirasi yang mengakibatkan penyelidikan kasus dugaan penggelembungan suara pada PPK Hewokloang tidak bisa dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.
Sesungguhnya kata Amandus Ratason, dia ingin mempertanyakan alasan penghentian penyelidikan kasus dugaan penggelembungan suara yang dia laporkan pada 10 Mei 2019 lalu. Hemat dia, dalam kasus itu, terdapat keterangan saksi yang menjelaskan tentang fisik C1 Plano yang penuh dengan tipex pada 20 tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Hewokolang.
“Saya ingin tanyakan kepada Bawaslu, apakah ada regulasi yang mengizinkan penggunaan tipex? Kalau memang tidak ada regulasi yang mengizinkan, nah kenapa kasus ini dihentikan? Tapi saya tidak ada kesempatan bicara karena dipotong terus oleh Kapolres Sikka,” protes dia.
Sebagaimana diketahui Sentra Gakumdu Sikka menghentikan dua laporan terkait dugaan penggelembungan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 baru lalu. Dua kasus itu yakni laporan Amandus Ratason terkait dugaan penggelembungan suara di PPK Hewokloang, dan laporan Panwascam Alok Timur terkait dugaan penggelembungan suara di PPK Alok Timur.
Azwan Abola, komisoner Bawaslu Sikka menjelaskan terhadap dua laporan itu, Sentra Gakumdu tidak menemukan adanya unsur-unsur pidana. Karena itu Sentra Gakumdu bersepakat untuk menghentikan penyelidikan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini