Robby Idong Sebut Tim Sukses Roma Sudah Dibubarkan

0
120
Robby Idong Sebut Tim Sukses Roma Sudah Dibubarkan
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
Maumere-SuaraSikka.com: Gaya premanisme PNS calo proyek membuat gerah Bupati Sikka Frasiskus Roberto Diogo atau Robby Idong. Apalagi disebut-sebut PNS tersebut adalah salah satu tim sukses Bupati Sikka. Namun Robby Idong menimpali bahwa Tim Sukses Roma (Robby Idong-Romanus Woga) sudah dibubarkan.
“Tim sukses itu dulu membantu kami untuk memenangkan kami. Setelah kami dilantik, saya bilang bubar. Jadi tim sukses sudah bubar. Bubar ketika pelantikan. Sekarang kami bekerja untuk rakyat, sama-sama bekerja untk rakyat,” tegas Robby Idong kepada wartawan di Kantor Bupati Sikka, Rabu (19/6).
Dia menegaskan bahwa Tim Sukses Roma sudah tidak ada lagi, karena sudah dibubarkan sejak dia bersama Romanus Woga dilantik pada 20 September 2018 lalu du Kupang.
“Tidak ada lagi pihak-pihak lain yang membawa-bawa nama tim sukses. Kami bekerja untuk rakyat,” tambah dia.
Robby Idong menegaskan dia sebagai Bupati Sikka dia mengasihi semuanya, baik itu tim sukses maupun bukan tim sukses. Dia memberi contoh misalnya mutasi yang belum ini dia lakukan.
“Coba lihat mutasi, kan saya tidak pernah pilih kasih. Semua dapat. Saya tidak merombak yang ada. Macam Pokja, ini kan orang lama. Kalau saya mau orientasi, kan saya ganti orang baru,” banding dia.
Menjawab pertanyaan bahwa PNS calo proyek adalah salah satu tim sukses yang dekat dengan dia, Robby Idong menjawab diplomatis. Dia mengaku dekat dengan semua orang.
Sebagaimana diberitakan, PNS calo proyek diketahui mencaci-maki, mengancam dan mengintimidasi Berto Tjeme, Ketua Pokja 7 yang memroses pelelangan Paket Jasa Konsultasi Pengawasan Pekerjaan Instalasi Gawat Darurat RSUD TC Hillers Maumere senilai Rp 1.745.295.574. Pokja 7 memenangkan PT Sangkuriang yang berkedudukan di Bandung Jawa Barat.
Ternyata keputusan Pokja 7 mendapat reaksi dari PNS calo proyek. Dia lalu menelepon Berto Tjeme dan secara kasar membabibuta, kemudian mencaci-maki, mengancam serta mengintimidasi. Percakapan antara keduanya ternyata terekam, dan kemudian beredar luas di media sosial.
Gaya premanisme itu dipicu lantaran PT Andalan Mitra Wahana yang dijagokan PNS calo proyek ini kalah lelang. Jauh sebelum itu, ketika proses lelang ini sedang berlangsung, PNS calo proyek ini sudah beberapa kali menghubungi Berto Tjeme untuk mengajak kerja sama memenangkan PT Andalan Mitra Wahana.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini