Tidak Punya Rumah Singgah, Dinsos Sikka Titip ODGJ ke Panti Asuhan

0
130
Tidak Punya Rumah Singgah, Dinsos Sikka Titip ODGJ ke Panti Asuhan
Kadis Sosial Kabupaten Sikka Emmy Laka
Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Sosial Kabupaten Sikka sedang kewalahan. Institusi ini sulit menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Masalahnya karena mereka tidak punya rumah singgah. Terpaksa ada yang harus dititipkan ke Panti Asuhan di Kota maumere.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Emmy Laka yang ditemui di kantornya, Jumat (26/7), mengaku masih banyak ODGJ yang perlu mendapatkan penanganan khusus. Dinas sosial prinsipnya siap melaksanakan itu, hanya saja terkendala dengan fasilitas dan sarana seperti rumah singgah.
“Kalau ada rumah singgah, ODGJ kami layani di situ. Ada tempat tinggal, ada pengobatan, perawatan psikis, dan lain-lain. Sementara ini karena kami belum rumah singgah, terpaksa kami titip di panti asuhan,” jelas dia.
Seperti pengalamannya beberapa hari lalu ketika menerima seorang perempuan ODGJ asal Maumere yang selama 4 tahun dirawat di Panti Rehabilitasi Renceng Mose Kabupaten Manggarai. ODGJ yang berusia sekitar 50 tahun ini akhirnya dititipkan di Panti Dhympna di Jalan Litbang Kelurahan Madawat.
ODGJ yang diketahui bernama Hermina Nona Fermi ini awalnya ditemukan oleh seorang pegawai BRI Cabang Ruteng pada 4 tahun lalu. Kemudian dibawa ke panti rehabilitasi untuk mendapatkan perawatan. Sekarang kondisinya sudah membaik, sehingga manajemen panti rehabilitasi memutuskan untuk mengembalikan yang bersangkutan ke tempat asalnya.
ODGJ tersebut diantar ke Dinas Sosial Sikka, untuk seterusnya mendapatkan penanganan lanjut. Dinas Sosial Sikka tidak berhasil menggali keterangan dari Hermina Nona Fermi terkait identitas alamat dan keluarga. ODGH itu hanya menyebut alamat secara umum yakni Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok.
“Ya seperti itu, kami mengalami kesulitan. Padahal dia masih membutuhkan penanganan. Karena tidak tahu siapa keluarganya, alamatnya di mana, ditambah kami sendiri tidak punya rumah singgah, jadi kami titipkan sementara di Panti Dhympna,” jelas Emmy Laka.
Dia mengatakan sudah saatnya Kabupaten Sikka memiliki sebuah rumah singgah. Rumah Singgah bisa sebagai tempat singgah sementara bagi para ODGJ yang berulah. Termasuk bisa untuk tempat singgah dan pemberdayaan bagi gelandangan dan pengemis. Rumah singgah juga bisa menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak terlantar dan korban kekerasan.
Di ujung masa pensiunnya, Emmy Laka berharap kebutuhan akan rumah singgah bisa menjadi perhatian pemerintah dan DPRD setempat. Hemat dia sumber daya manusia di Dinas Sosial dan juga institusi terkait lainnya sudah cukup mampu untuk mengelola rumah singgah. Dia berharap Delly Pasande selaku Kepala Dinas Sosial yang baru saja dilantik bisa melanjutkan perjuangan kebutuhan rumah singgah di Kabupaten Sikka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini