Waspada! Pembunuh Berdarah Dingin Incar Usia 15-59 Tahun

0
35
Waspada! Pembunuh Berdarah Dingin Incar Usia 15-59 Tahun
Petugas Pusesmas Kopeta Maumere sedang memberikan layanan Posbindu PTM di Aula Kantor Dinas Pemdes Kabupaten Sikka, akhir Juli lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit tidak menular (PTM) menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Laksana pembunuh berdarah dingin atau the silent killer, penyakit-penyakit itu kini sedang mengincar manusia pada rentang usia 15-59 tahun. Jika tidak waspada, bukan tidak mungkin maut akan menjemput.
Setidaknya ada 9 PTM yang patut diwaspadai, yaitu jantung koroner, hipertensi (darah tinggi), stroke, gila (diabetes), ginjal kronik, kanker, asma, paru objektif kronis, dan gangguan akibat kecelakaan atau tindak kekerasan. Tidak ada gejala awal pada penyakit ini, sehingga banyak yang tidak sadar, dan kemudian bisa berakibat maut.
Mengingat pentingnya pencegahan terhadap PTM yang berjulukan pembunuh berdarah dingin itu, sejak tahun 2015 Puskesmas Kopeta Maumere mendirikan  Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) PTM di sekolah, masyarakat, dan di kantor pemerintahan.
Untuk sekolah, Puskesmas Kopeta Maumere melayani di semua SMP dan SMA dalam wilayah pelayanan Puskesmas Kopeta. Sementara untuk masyarakat, terdapat 4 pos, yakni di Kelurahan Kabor, Kota Uneng, Alok, dan Madawat. Dan untuk instansi pemerintah, pos ini dilaksanakan di Dinas Pariwisata, Kantor Camat Alok, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Pada Kamis (25/7) baru lalu, Puskesmas Kopeta Maumere melayani kegiatan di Aula Kantor Dinas Pemdes Sikka. Kegiatan itu melibatkan staf pada Kantor Dinas Pemdes dan juga aparatur desa serta warga masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan  dinas di kantor tersebut.
Kepala Puskesmas Kopeta Maumere Apriany F. Refanita menjelaskan penyakit-penyakit itu tidak disebabkan oleh kuman atau virus, sehingga tidak menular. Dan yang berbahaya, karena tidak ada gejala awal, sehingga yang terkena seangan PTM tidak mnyadarinya. Karena itu, kata dia, setiap orang perlu melakukan deteksi dini.
“Dua dari tiga kematian setiap tahun terjadi karena penyakit tidak menular, dan itu umumnya terjadi pada orang dalam usia produktif atau di bawah 60 tahun. 70 persen orang-orang produktif itu tidak sadar dan tidak tahu bahwa dirinya sakit. Sementara, dari sedikit yang tahu tidak mau berobat secara teratur,” jelas sarjana kesehatan masyarakat itu.
Untuk itu, lanjutnya, Puskesmas Kopeta Maumere menyelenggarakan layanan Posbindu PTM. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Sasaran layanan Posbindu PTM cukup luas mencakup semua masyarakat usia 15 tahun hingga 59 tahun, baik itu dalam kondisi sehat, masyarakat berisiko, maupun masyarakat dengan kasus PTM.
Waspada! Pembunuh Berdarah Dingin Incar Usia 15-59 Tahun
Dokter pada Puskesmas Kopeta Maumere sedang melayani konsultasi Posbindu PTM
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemdes Sikka Fitriani Kristianita mengaku senang mendapatkan pelayanan Posbindu PTM. Demikian pun ataf di kantor itu, termasuk para aparatur desa dan masyarakat yang sedang membutuhkan pelayaan dinas di kantor itu.
“Senang sekali bisa dapat pelayanan Posbindu PTM. Dengan ini kami bisa tahu apakah kami ini sedang sehat atau malah sedang sakit tanpa kami sadari. Jika dideteksi ada penyakit, maka kita dibantu segera berobat. Jika tidak ada penyakit, maka kita akan makin bergairah bekerja,” demikian tanggapan Fitriani Kristianita.
Posbindu PTM dapat dilaksanakan terintegrasi dengan upaya kesehatan bersumber masyarakat di tempat kerja, klinik perusahaan, dan lembaga pendidikan. Juga pada tempat lain di mana masyarakat dalam jumlah tertentu beraktifitas secara rutin, misalnya di mesjid, gereja, klub olah raga, pertemuan organisasi politik maupun kemasyarakatan.
Pelaksanaan Posbindu PTM dilakukan oleh kader kesehatan, atau beberapa orang dari masing-masing kelompok/organisasi/lembaga/tempat kerja yang bersedia menyelenggarakan Posbindu PTM. Mereka itu dilatih secara khusus, dibina atau difasilitasi untuk melakukan pemantauan faktor risiko PTM di masing-masing kelompok atau organisasinya. Kriteria kader Posbindu PTM minimal bisa membaca dan menulis, lebih diutamakan berpendidikan minimal SLTA atau sederajat.*** (eny)
 
 

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini