Dua Mantan Bupati Prihatin Kondisi Kabupaten Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 7 Agustus 2019 - 16:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 56 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Bupati Sikka Alex Longginus menerima kunjungan mantan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Selasa (6/8)

Mantan Bupati Sikka Alex Longginus menerima kunjungan mantan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Selasa (6/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong terus menjadi sorotan publik. Tidak terkecuali dua mantan Bupati Sikka yaitu Alexander Longginus, Bupati Sikka Periode 2003-2008, dan Yoseph Ansar Rera, Bupati Sikka Periode 2013-2018. Keduanya benar-benar prihatin dengan kondisi daerah ini.
Keprihatinan dua mantan Bupati Sikka itu terungkap saat pertemuan di rumah Alex Longginus di Mu’u Kowot Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat, Selasa (6/8). Pertemuan ini diinisiatifi Yoseph Ansar Rera, selaku Ketua Partai Nasdem Kabupaten Sikka.
Yoseph Ansar Rera mengaku ada kegusaran tersendiri melihat penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan selama 10 bulan awal kepemimpinan Robby Idong. Karena itu dia berinisiatif menemui mantan Bupati Sikka Alex Longginus, dalam rangka menyamakan persepsi dan cara pandang untuk memberikan pikiran-pikiran kepada pemerintah.
Rupanya keprihatinan yang sama dirasakan juga Alex Longginus. Dia memberikan apresiasi kepada Yoseph Ansar Rera yang merintis komunikasi politik ini demi sebuah kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan masyarakat dan daerah ini.
“Saya dan Pa Alex kali lalu mengikuti proses Pilbup Sikka, dan kemudian kami kalah. Tapi tidak berarti lalu kami diam begitu saja.  Apalagi sebagai sama-sama mantan Bupati Sikka, kami memiliki tanggung jawab moral terhadap daerah ini,” alasan Yoseph Ansar Rera.
Yoseph Ansar Rera dan Alex Longginus mengritisi visi Robby Idong bersama Wakil Bupati Sikka Romanus Woga yaitu terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat menuju Sikka bahagia 2023. Hemat keduanya, visi ini terlalu abstrak karena tidak memunculkan progam strategis. Keduanya berharap Robby Idong dan Romanus Woga lebih fokus menjalankan program strategis.
Alex Longginus menyentil beberapa program yang dicanangkan selama beberapa bulan ini. Dia menyebut seperti dana adat pendidikan yang gagal terealisir, beasiswa mahasiswa yang terus menjadi polemik, termasuk rumah sakit tanpa kelas. Dia juga menyinggung komunikasi buruk antara Bupati Sikk dan DPRD Sikka, serta tingginya mobilitas perjalanan dinas Bupati Sikka.
“Kesan saya, selama 10 bulan ini sepertinya pemerintah sedang mencari-cari bentuk program yang monumental. Namun sampai sekarang belum ketemu-ketemu juga,” sindir Alex Longginus.
Senada dengan itu, Yoseph Ansar Rera berpendapat pemenuhan hak-hak dasar merupakan urusan wajib seorang kepala daerah. Bagi dia, siapa saja yang dipercayakan masyarakat menjadi kepala daerah, harus melaksanakan pemenuhan hak-hak dasar.
Yoseph Ansar Rera juga menyinggung hubungan antara pemerintah dan lembaga perwakilan rakyat. Dia mengharapkan Robby Idong memahami betul UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan itu, kata dia, Robby Idong tidak bisa memposisikan DPRD Sikka seperi bawahannya. Apalagi dengan terus-menerus membangun konflik.
Yoseph Ansar Rera berencana membangun terus komunikasi politik dengan sejumlah tokoh di Kabupaten Sikka, seperti Bupati Sikka Periode 1977-1987 Daniel Woda Pale dan Bupati Sikka Periode 1998-2003 Paulus Moa, serta beberapa tokoh lainnya. Nantinya pikiran-pikiran positip dan kritik konstruktif disampaikan kepada Bupati Sikka Robby Idong demi kepentingan daerah dan masyarakat.*** (eny)
Baca Juga :  Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA