Target 2022 Sikka Bebas Stunting, Telly Gandut Sebut Cukup Sulit

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 8 Agustus 2019 - 20:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 47 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Persatuan Ahli Gizi Kabupaten Sikka Coltildis Gandut

Ketua Persatuan Ahli Gizi Kabupaten Sikka Coltildis Gandut

Maumere-SuaraSikka.com: Masalah stunting kini menjadi isu secara nasional. Di Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Bupati setempat Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong menargetkan 2022 Sikka bebas stunting. Namun Coltildis Gandut, Ketua Persatuan Ahli Gizi Kabupaten Sikka menyebut sulit mencapai target.
Coltildis Gandut tentu lebih memiliki argumentasi dan pendasaran yang jelas dibandingkan Bupati Sikka. Perempuan berpengalaman itu berbicara berdasarkan basis realitas lapangan, berbeda dengan Bupati Sikka yang melihat dari sisi politis semata.
“Saya tidak bisa memastikan (2022 bebas stunting), tapi cukup sulit. Karena untuk 1000 hari petama, pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping itu kadang sangat terkendala karena perilaku. Mengubah perilaku, inilah yang sulit,” terang Coltildis Gandut kepada sejumlah wartawan di Aula Hotel Go Maumere, Kamis (7/8).
Dia mengatakan upaya menurunkan stunting sangatlah tidak gampang. Pemerintah melakukan dua intervensi yakni spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dengan lebih banyak menjalankan peran pendampingan. Kontribusi dari intervensi ini untuk menurunkan stunting hanya sebesar 30 persen.
Sementara intervensi sensitif memberikan kontribusi terbesar yakni 70 persen. Intervesi dengan pola ini dilakukan antara lain oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang mengurusi air minum bersih dan sanitasi, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, dan institusi terkait lainnya.
“Jadi kalau kita kerja bersama-sama, bisa saja dalam 2-3 tahun stunting menurun. Tapi ini harus kerja bersama semua pihak, kalau tidak ya sulit sekali,” ujar dia.
Coltildis Gandit menambahkan dari data tahun 2018, terdapat 5.601 anak di Kabupaten Sikka yang mengalami stunting. Dari 21 kecamatan, terdapat 9 kecamatan yang mengalami stunting. Terdapat 3 kecamatan yang mendominasi yaitu Tanawawo, Talibura, dan Waiblama. Khusus untuk Talibura, yang terbanyak adalah anak-anak yang berada di wilayah Puskesmas Boganatar.
Masalah air bersih menjadi penyebab utama persoalan stunting di Kabupaten Sikka. Penyebab lainnya adalah pemanfaatan jamban, BAB tidak pada tempatnya, termasuk pola asuh seperti pemberian makan dan perawatan anak.
Sebelumnya, Bupati Sikka Robby Idong menargetkan Sikka bebas stunting untuk 2-3 tahun ke depan, atau selambatnya pada tahun 2022. Dia menyampaikan hal itu ketika memberikan sambutan pada Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) di Aula Hotel Go, Rabu (7/8).
Dia mengatakan pada tahun 2013 angka stunting di Kabupaten Sikka mencapai 41 persen lebih. Dalam waktu 5 tahun atau sampai dengan tahun 2018, tanpa ada sentuhan program, angka stunting menurun hingga 33 persen lebih. Dengan kondisi sekarang ketika stunting sudah menjadi progam secara nasional, dia berharap setiap tahun di Kabupaten Sikka menurun 15 persen.
“Dalam 5 tahun tanpa ada program kita mampu menurunkan sampai 8 persen. Nah saya harapkan setiap tahun bisa turun 15 persen, sehingga 2-3 tahun kita sudah bebas stunting,” ujar dia.*** (eny)
Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru