Dipindahkan dari Bola-Hale, Proyek Jalan Lingkar Luar Terbengkelai

0
48
Dipindahkan dari Bola-Hale, Proyek Jalan Lingkar Luar Terbengkelai
Kondisi pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Luar yang dikerjakan CV Maghu Ate
Maumere-SuaraSikka.com: Pemerintah Kabupaten Sikka memindahkan usulan pekerjaan ruas jalan Bola-Hale. Lokasi baru yang ditentukan yakni Jalan Lingkar Luar dengas status pekerjaan peningkatan jalan. Alhasil pekerjaan pada ruas baru ini pun sementara terbengkelai.
Dari hasil opname yang dilakukan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka bersama Bagian Pembangunan Setda Sikka, diketahui realisasi fisik proyek itu baru 3,3 persen. Padahal proyek tersebut sudah dikerjakan selama 3 bulan sejak 24 Mei 2019.
Proyek ini bernilai Rp 5.845.625.000, dan bersumber dari alokasi dana khusus (DAK). Sebagaimana yang disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Gregorius Geovani, proyek tersebut akan dikerjakan selama 180 hari kalender. Masih ada waktu 3 bulan hingga Nopember 2019 bagi kontraktor pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Kondisi ini membuat marah Fraksi PKP Indonesia dan Fraksi Partai Gerindra. Pada pemandangan umum fraksi yang disampaikan Selasa (13/8) malam, Ketua Fraksi PKP Indonesia Alfridus Melanus Aeng dan Ketua Fraksi Partai Gerindra meminta penjelasan pemerintah tekait rendahnya realisasi fisik proyek. Padahal menurut skedul, realisasi fisik proyek itu harus sudah mencapai 16 persen.
Dipindahkan dari Bola-Hale, Proyek Jalan Lingkar Luar Terbengkelai
Bupati Sikka melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pekerjaan di Lingkar Luar
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong sempat melakukan inspeksi mendadak pada lokasi proyek yang dikerjakan CV Maghu Ate. Menjawabi permintaan fraksi, Robby Idong menjelaskan bahwa terhadap keterlambatan realisasi fisik pekerjaan proyek, pemerintah telah memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana.
“Pemerntah telah memberikan teguran, dan juga menyusun rencana aksi untuk untuk mengejar keterlambatan fisik, antara lain dengan menambah jumlah tenaga kerja, peralatan dan penyusunan metode pelaksanaan yang dapat mengejar keterlambatan realisasi fisik proyek itu,” jelas Bupati Sikka.
Alfridus Melanus Aeng mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah memindahkan pekerjaan ruas jalan Bola-Hale ke Jalan Lingkar Luar, hanya karena alasan ruas jalan Bola-Hale terlalu panjang. Padahal hemat dia, yang dikerjakan di Jalan Lingkar Luar sekarang sepanjang 1,5 kilometer, justeru lebih panjang dari titik Ipir-Waigete yang hanya 1 kilometer.
Lebih dari itu, dia juga mengkritisi dari aspek kebutuhan. Menurut anggota DPRD Sikka tiga periode itu, dari aspek tersebut, sesungguhnya ruas jalan Bola-Hale dengan pekerjaan pada titik Ipir-Waigete lebih mendesak dibandingkan dengan ruas jalan lingkar luar.
“Saya baca dari media online, Bupati sudah ke lokasi. Ada foto Bupati di situ. Coba Bupati ke ruas Ipir-Waigete, kemudian renungkan dan bandingkan dengan ruas jalan lingkar luar, biar tahu sebenarnya mana yang lebih mendesak dikerjakan,” kritik Alfridus Melanus Aeng.
Sementara itu Fabianus Toa mengaku prihatin dengan pekerjaan Jalan Lingkar Luar. Dia kuatir proyek ini tidak bisa selesai dikerjakan. Jika tidka selesai dikerjakan, dia pesimis pemerintah pusat menurunkan DAK untuk Kabupaten Sikka. karena itu dia mengingatkan pemerintah agar serius melakukan pengawasan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini