Kapolres Sikka Enggan Bertemu, Demonstran Bakar Karikatur Ustad Somad

0
80
Kapolres Sikka Enggan Bertemu, Demonstran Bakar Karikatur Ustad Somad
Aktivis PMKRI Maumere mebakar ban bekas dan karikatur Ustad Somad di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Mapolres Sikka, Senin (19/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Demonstrasi  PMKRI Maumere di Kabupaten Sikka, Senin (19/8), menuntut polisi menangkap Ustad Abdul Somad, diwarnai aksi pembakaran ban bekas dan gambar karikatur Ustad Abdul Somad. Ban bekas dibakar di tengah jalan, persis di depan Mapolres Sikka Jalan Ahmad Yani. Massa demonstran kecewa karena Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang enggan bertemu mereka.

Massa aksi melakukan longmarch dari Marga PMKRI Maumere. Mereka melewati Kantor Bupati Sikka, melintasi pusat pertokoan, dan berhenti di depan Mapolres Sikka. Koordinator Lapangan melakukan negosiasi untuk bertemu Kapolres Sikka. Dijanjikan 10 menit hasil negosasi akan disampaikan.

Saat itu Kapolres Sikka sedang berada di Aula Mapolres Sikka dalam rangka tatap muka dengan pejabat kepolisian yang baru saja dilantik untuk sejumlah posisi yang baru.

Lewat dari 10 menit, belum ada informasi tentang kehadiran Kapolres Sikka. Aktivis PMKRI Maumere tampak sudah mulai tidak sabar. Mereka mulai berteriak-teriak soal konsistensi. Massa juga mengancam akan membakar ban bekas jika Kapolres Sikka tidka menemui mereka.

Kapolres Sikka Enggan Bertemu, Demonstran Bakar Karikatur Ustad Somad
Aktivis PMKRI Maumere nenbawa karikatur Ustad Abdul Simad saat aksi demonstrasi Senin (19/8)

Karena menunggu terlalu lama, akhirnya aktivis mulai membakar 2 ban bekas. Seseorang menuangkan bensin, dan yang lainnya mulai memantik api. Kasat Samapta Polres Sikka Messakh Hetharie langsung bertindak cepat dengan memadamkan kobaran api yang belum membesar. Sempat terjadi debat mulut antara aktivis demonstran dengan Kasat Samapta.

Messakh Hetharie meminta demonstran bersabar karena negosiator dari kepolisian sedang menyampaikan tuntutan kepada Kapolres Sikka. Dia pun berharap aktivis PMKRI tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. Massa pun kembali tenang, sambil memekikan yel-yel perjuangan. Dari atas ebuah kendaraan pick-up, sejumlah aktivis PMKRI Maumere bergantian melancarkan orasi mengecam sikap intoleran Ustad Abdul Somad.

Setelah beberapa waktu, massa mulai tidak sabar dengan ketidakjelasan informasi tentang kehadiran Kapolres Sikka. Beberapa saat kemudian terbetik kabar Kapolres Sikka enggan bertemu. Mendapat informasi itu, aktivis mahasiswa pun tidak bersabar lagi. Mereka pun membakar beberapa buah ban bekas. Beberapa gambar karikatur Ustad Abdul Somad juga ikut dibakar.

Kobaran api pun membesar disertai kepulan asap hitam yang sempat menghalangi pandangan dekat. Kali ini Messakh Hetharie pun berinisiatif memadamkan api. Dia membawa sebuah tabung pemadam kebakaran berukuran kecil, kemudian menyemprotkan ke bekas ban yang terbakar.

Aktivis PMKRI Maumere mengaku kecewa dengan Kapolres Sikka yang tidak mau bertemu mereka, dan lebih mementingkan urusan seremonial semata. Tidak lama setelah api berhasil dipadamkan, Kapolres Sikka akhirnya menemui para demonstran, dan langsung mendengar tuntutan mereka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini