Setoran Kurang, Istri Mengamok, LS Nekad Jadi Begal

0
72
Setoran Kurang, Istri Mengamok, LS Nekad Jadi Begal
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang memberikan keterangan pers terkait aksi begal di Maumere, Jumat (4/10)
Maumere-SuaraSikka.com: LS alias S alias W, pria berumur 32 tahun, nekad menjadi tukang begal. Dia terpaksa melakukan itu karena istrinya marah-marah, gara-gara setoran hasil ojek sangat minim. Namun aksi begal yang baru pertama kali dilakukannya itu itu menyeret dia ke penjara.
Pelaku berasal dari Desa Poma Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka, yang selama ini tingal di Detunggawa RT/RW 004/002 Desa Done Kecamatan Magepanda. Aksi begal dilakukan pada Senin (9/9) di Jalan Litbang Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok, dekat Apotik Tiara. Pelaku diamankan pada Kamis (26/9) lalu.
“Setiap hari saya setor Rp 50.000. Saya punya istri marah-marah karena setoran kurang. Akhirnya timbul pikiran untuk rampas barang orang,” cerita LS kepada wartawan, Jumat (4/10), di Mapolres Sikka.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang dalam keterngan pers di Mapolres Sikka, Jumat (4/10), menegaskan bahwa pelaku melakukan pencurian dengan kekerasan. Korbannya adalah Selestina Sare, 31 tahun, seorang mahsiswi yang beralamat di Waidoko Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat.
Saat itu korban melintas di Jalan Litbang sekitar pukul 18.00 Wita. Korban  mengendarai Honda Revo, dan sambil menelepon dengan handphone. Pelaku membuntuti motor korban, dan kemudian memukul korban, dan mengenai kepala bagian belakang korban. Pelaku lalu menendang roda belakang motor korban, dan karena tidak bisa menjaga keseimbangan akhirnya korban terjatuh.
“Setelah korban terjatuh, pelaku langsung mengambil 1 unit handphone Oppo tipe A3S, 1 buah kartu ATM Bank BRI, 1 buah kartu ATM Bank NTT, dan uang tunai senilai Rp 1 juta,” jelas Rickson Situmorang.
Setelah mendapat laporan dari korban, aparat kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan. Dan pada Kamis (26/9), sekitar pukul 16.00 Wita, aparat kepolisian mengamankan pelaku di Done Kecamatan Magepanda. Setelah dilakukan interogasi LS mengakui perbuatannya.
LS menceritakan uang tunai hasil pencurian sebesar Rp 1 juta dimanfaatkan untuk mencicil hutang senilai 500.000. Dia mengakui memiliki hutang sebesar Rp 625.000 untuk pengadaan seekor babi bagi keluarga yang merayakan pesta komuni pertama.
Saat menggelar keterangan pers, Kapolres Sikka menghadirkan juga pelaku dan menunjukkan barang bukti hasil pencurian kepada wartawan. LS dijerat Pasal 365 ayat (1) KUHP subsider Pasal 362 KUHP.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini