Kades Nele Urung Sudah Kembalikan Dana Desa

0
79
Kades Nele Urung Sudah Kembalikan Dana Desa
Aksi demo warga masyarakat Desa Nele Urung beberapa waktu lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung dikabarkan telah mengembalikan sejumlah dana desa yang diselewengkan beberapa waktu lalu. Pengembalian dana desa tersebut sebelum tanggal 2 Oktober 2019 yang merupakan batas waktu yang diberikan Inspektrorat Kabupaten Sikka.
“Sebelum jatuh tempo dia sudah kembalikan. Jadi sudah lunas. Sertifikat yang dia jaminkan, sudah kami serahkan kembali kepada dia,” jawab Inspektur Sikka Robertus da Silva kepada media ini, Senin (14/10).
Dengan pelunasan temuan, maka praktis Yulius Welung luput dari tindakan hukum. Kasusnya tidak diremomendasikan untuk ditindaklanjuti Majelis TPTGR.
Ketua BPD Desa Nele Urung Alfonsa Eufania Asri, Kamis (3/10) lalu, menghubungi media ini dan menyampaikan bahwa Kepala Desa Nele Urung telah melunasi ketekoran kas sebelum jatuh tempo. Dia mendapatkan informasi itu langsung dari Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sikka Kasianus Kei.
Meski demikian., Alfonsa Eufania Asri bersama sejumlah warga masyarakat mengaku belum puas karena tidak ada tindakan hukum terhadap yang bersangkutan. Dia mengatakan, meski sudah mengembalikan uang sebagaimana temuan hasil pemeriksaan, seharusnya pemerintah memberikan tindakan tegas terhadap kepala desa.
“Kok tidak ada tindakan hukum? Ini kan sama dengan pemerintah memberikan ruang kepada orang untuk melakukan penyelewengan keuangan. Seharusnya, untuk efek jera, harus ada tindakan hukum,” terang dia.
Sebagaimana diberitakan media ini, Yulius Welung mengaku terjadi penyelewengan keuangan desa antara lain karena dia memanfaatkan untuk kepentingan pribadi, dan juga akibat dari kesalahan administrasi.
Dia mengatakan saat temuan awal, dia sudah mengembalikan sebesar Rp 52 juta. Lalu dia mencicil lagi pada tanggal 16 Agustus 2019 sebesar Rp 10 juta. Inspektorat kemudian memberikan tambahan waktu 30 hari terhitung Kamis (29/8).
Bendahara Desa Nele Urung Ignasia Delvina yang dihubungi di kantor desa, menjelaskan dia bertugas untuk mencairkan keuangan desa. Setiap kali pencarian uang, kepala desa langsung mengambilnya. Agar tidak berhadapan dengan masalah, bendahara selalu membuatkan berita acara serah terima uang.
Ketua BPD Bele Urung Alfonsa Eufania Asri yang ditemui terpisah menjelaskan
penyelewengan keuangan desa yang dilakukan Yulius Welung berdasarkan temuan Inspektorat berupa ketekoran kas sebesar Rp 146.109.092, pungutan pajak negara/ daerah sebesar Rp 32.876.039, penerimaan PADes sebesar Rp 9.084.578, uang bantuan seng Rp 15 juta, bantuan sosial bagi janda sebesar Rp 4,5 juta, pengeluaran fiktif bagi janda sebesar Rp 3,5 juta, dan biaya pemasangan instalasi air bersih sebesar Rp 864.760.
Data yang dihimpun media ini, keuangan di Desa Nele Urung selama kepemimpinan Yulius Welung dalam tiga tahun, cukup besar.  Untuk alokasi dana desa misalnya, pada tahun 2016 sebesar Rp 334.300.000, tahun 2017 sebesar Rp 365.059.865, tahun 2018 sebesar Rp 380.260.000, dan tahun 2019 sebesar Rp 369.891.971. Untuk tahun 2019, desa ini masih sedang berproses admnistrasi pencairan tahap pertama.
Sementara itu keuangan desa yang dikelola di desa ini yakni tahun 2016 sebesar Rp 595.244.313, tahun 2017 sebesar Rp 758.660.951, tahun 2018 sebesar Rp 694.329.000, dan tahun 2019 sebesar Rp 787.838.000.
Terkait masalah ini, puluhan warga masyarakat Desa Nele Urung, Selasa (27/8), mendatangi Kantor BPD setempat. Mereka mendesak Kepala Desa Yulius Welung mundur dari jabatan karena diduga telah “makan” keuangan desa.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini