Magepanda Masih Rentan DBD

0
62
Magepanda Masih Rentan DBD
Wilhelmina Mbola, pelajar Kelas VII SMPK Imakulata Magepanda yang mengalami penyakit demam berdarah
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus demam berdarah dengue (DBD) terus menjadi persoalan di Kabupaten Sikka. Kecamatan Magepanda dikabarkan masih rentan dengan wabah ini. Dua dari tiga pasien demam berdarah berasal dari Desa Magepanda, Selasa (22/10), masih terkapar di salah satu kamar Ruang Mawar di RSUD TC Hillers Maumere.
Wilhelmina Mbola, pelajar Kelas VII SMPK Imakulata Magepanda sudah 6 hari dirawat di Ruang Mawar. Awalnya Helmi, panggilan gadis ini, merasakan badan panas. Orang tua sempat memberikan dia minum obat untuk menurunkan panas. Namun upaya itu belum berhasil.
Gadis berusia 13 tahun ini kemudian dirujuk ke RSUD TC Hillers. Dokter memastikan Helmi mengalami penyakit demam berdarah. Sementara ini dia terus mendapat perawatan dokter.
Magepanda Masih Rentan DBD
Vinsensia Bernadeta, pelajar Kelas 3 SDI Magepanda
Nasib sama dialami Vinsensia Bernadeta, pelajar Kelas 3 SDI Magepanda. Selama 7 hari dia mengalami gejala panas. Badannya terus meriang, sehingga menganggu seluruh aktifitas, termasuk harus tidak masuk sekolah. Di RSUD TC Hillers baru dia mengetahui jika mengalami demam berdarah.
Siang itu Vinsensia Bernadeta sudah kelihatan lebih segar. Dia tampak duduk asyik di atas tempat tidur, ditemani ibu kandungnya. Oleh diketer, gadis kecil ini sudah diperbolehkan kembali ke rumahnya.
Kepala Ruang Mawar Maria Goreti Nanga yang dihubungi terpisah mengakui sampai dengan akhir Oktober 2019 masih terdapat beberapa pasien yang mengalami penyakit demam berdarah. Namun jumlahnya menurun jauh jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Hemat dia, cuaca dan iklim ikut mempengaruhi jumlah penderita demam berdarah.
Maria Goreti Nanga mengingatkan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka untuk selalu mewaspadai ancaman penyakit demam berdarah, apalagi menjelang musim hujan. Dia berharap masyarakat terus menerapkan pola hidup sehat.
Direktur RSUD TC Hillers Maumere Clara Francis menyampaikan hingga kini belum ada kasus yang luar biasa. Dia mengakui banyak pasien yang dirawat karena sakit, tetapi lebih banyak akibat cuaca yang panas. Untuk itu dia menyarankan agar warga masyarakat lebih banyak mengonsumsi air sebanyak-banyaknya.
“Kalau kita kurang minum, maka bisa muncul dehidrasi. Dan gejaa yang muncul adalah sering orang mengalami panas, demam, tidak tahu penyebabnya apa, tapi akan sangat membantu kalau kita banyak minum air putih,” jelas Clara Francis.
Demam berdarah dengue adalah penyakit menular akibat virus yang dibawa nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Biasanya gejala awal yakni demam tinggi, ruam, sakit kepala, mual dan muntah, serta rasa nyeri otot dan sendi.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini