Wens Wege Kembalikan Daya Kontrol DPRD Sikka

0
86
Wens Wege Kembalikan Daya Kontrol DPRD Sikka
Anggota Fraksi Partai Hanura Wenseslaus Wege
Maumere-SuaraSikka.com: Fungsi kontrol DPRD Sikka sering menjadi perbincangan publik. Anggota Fraksi Partai Hanura Wenseslaus Wege sepertinya menyadari serius pentingnya pengawasan wakil rakyat. Dia pun memberikan kiat untuk mengembalikan daya kontrol.
Dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sikka, Senin (4/11), Wenseslaus Wege mendesak agar DPRD Sikka mengagendakan kegiatan turba (turun ke bawah) atau peninjauan lapangan sebelum fraksi-fraksi menyampaikan pemandangan umum pada pembahasan RAPBD Tahun 2020.
Dia beralasan dengan peninjauan lapangan maka fraksi-fraksi bisa memberikan argumentasi politis yang berkualitas berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Dengan demikian, katanya, fraksi-fraksi tidak hanya mendengar sepihak keterangan pemerintah terhadap program kegiatan yang sedang berjalan, termasuk program kegiatan yang akan direncanakan.
“Seperti ada beberapa pembangunan fisik yang sementara ini sedang dikerjakan. Bisa saja dilaporkan progresnya sekian persen, tetapi kenyataan di lapangan berbeda. Jadi kita perlu turun dulu ke lapangan,” ujar dia menyebutkan contoh beberapa pembangunan fisik.
Pendapat politik Wenseslaus Wege ini mendapat dukungan dari beberapa anggota Banmus, seperti Fabianus Toa dari Fraksi Partai Gerindra, Petrus da Silva dari Fraksi Partai Nasdem, dan Ferdinandus Mboi dari Fraksi Demokrat Sejahtera. Ketua Banmus DPRD Sikka Donatus David kemudian mengakomodir pendapat Wenseslaus Wege.
Catatan media ini, sudah hampir kurang lebih 10 tahun, dari DPRD Sikka Periode 2009-2014 dan Periode 2014-2019, mekanisme peninjauan lapangan sebelum pemandangan umum fraksi-fraksi tidak pernah terjadi. Biasanya, setelah Pidato Pengantar Bupati, langsung dilanjutkan dengan pemandangan Umum Fraksi.
Usulan Wenseslaus Wege ini sepertinya mengulang jejak politik DPRD Sikka sebelumnya, di luar periodesasi 209-2014 dan 2014-2019. Dengan mekanisme peninjauan lapangan, fraksi-fraksi di zaman itu menyajikan argumentasi politik yang meyakinkan, dengan bobot pengawasan yang terukur.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini