Minyak Tanah Tembus Rp 10.000 per Liter

0
86
Minyak Tanah Tembus Rp 10.000 per Liter
Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka Viator Nong
Maumere-SuaraSikka.com: Harga jual minyak tanah di Kabupaten Sikka kini berlaku variatif sesuai kondisi. Bahkan dikabarkan sudah menembus angka Rp 10.000 per liter. Padahal harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah setempat adalah Rp 4.000 per liter.
Masalah HET minyak tanah ini ramai diperbincangkan pada saat sosialisasi Peraturan Bupati Sikka Nomor 22 Tahun 2017 tentang Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Rabu (13/11).
Kepala Desa Waihawa Kecamatan Doreng Vitalis Julianus menyebut harga minyak tanah di Kabupaten Sikka sudah tidak normal lagi. Pangkalan-pangkalan minyak tanah tidak lagi menjual sesuai HET. Pada sejumlah wilayah pelosok, ditemukan harga jual minyak tanah sudah mencapai Rp 10.000 per liter.
Fakta di lapangan diangkat juga Anton Stefanus, pemilik pangkalan di bilangan Kelurahan Waioti. Dia mengaku menjual dengan harga Rp 4.000 per liter sesuai HET. Namun minyak tanah yang dia jual tersebut, ternyata diperjualbelikan lagi dengan harga yang lebih tinggi. Terkesan ada perilaku calo minyak tanah di sekitar pangkalan ini.
Camat Lela Yance Padeng mengisahkan kesulitannya mendapatkan minyak tanah di sekitar tempat tinggalnya di Wairhubing Kecamatan Kangae. Untuk memenuhi kebutuhan, dia terpaksa mencari hingga ke Kecamatan Alok, kurang lebih 4-5 kilometer ke arah barat. Harga jual-nya pun sudah melebihi ketentuan HET.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka Viator Nong menegaskan HET minyak tanah adalah Rp 4.000. Karena itu pangkalan wajib menjual sesuai HET. Jika penjualan melebihi HET maka itu adalah tindakan pelanggaran yang bisa dikenakan sanksi.
Dia meminta agen penyalur minyak tanah di Kabupaten Sikka selalu memberikan pengawasan penjualan harga minyak tanah yang dilakukan di pangkalan-pangkalan. Demikian pun kepada camat, lurah dan kepala desa sebagai pemimpin wilayah diharapkan ikut melakukan pengawasan penjualan minyak tanah di daerah masing-masing.
Asisten Perekonomian Setda Sekka Fred Djen mengingatkan bahwa penyaluran terakhir minyak tanah adalah di level pengkalan. Pangkalan membeli dengan harga Rp 3.500, kemudian menjualnya dengan HET Rp 4.000 kepada rumah-rumah tangga. Terkait fakta yang terjadi di sebah pangkalan di Kelurahan Waioti, Fred Djen menegaskan bahwa tidak ada pangkalan di atas pangkalan.
Di Kabupaten Sikka terdapat 2 agen minyak tanah yakni PT Rovin jaya dan PT Bolawolon. Masing-masing agen memiliki ratusan pangkalan yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka. Meski demikian, masih ada beberapa daerah terpencil dan terpelosok yang belum memiliki pangkalan. Akibatnya, warga masyarakat di daerah yang tidak memiliki pangkalan, terpaksa harus membeli minyak tanah dari tempat lain.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini