Tunjangan Penghasilan ASN di Sikka Bakal Jadi Polemik Serius

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 26 November 2019 - 01:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 32 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Setda Sikka dan Staf Ahli Bupati Sikka mendengarkan pemandangan umum fraksi, Senin (25/11)

Asisten Setda Sikka dan Staf Ahli Bupati Sikka mendengarkan pemandangan umum fraksi, Senin (25/11)

Maumere-SuaraSikka.com: Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) untuk aparatur sipil negara (ASN) masuk dalam RAPBD Tahun 2020. Usulan anggaran ini diprediksi bakal memicu polemik seru di DPRD Sikka.
TPP untuk ASN di Sikka sebelumnya tidak dianggarkan pada PPAS 2020. Padahal referensi pembahasan RAPBD 2020 antara lain adalah KUA PPAS 2020.
Namun demikian Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo nekad mengajukan TPP yang estimasinya Rp 38 miliar. Sejumlah fraksi di DPRD Sikka pun lantas mengkritisi kebijakan ini.
“Realisasi pembayaran TPP akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Mendagri. Berbagai dokumen yang dipersyaratkan untuk dikaji pemerintah pusat telah disampaikan pemerintah daerah. Saya sangat berharap Pimpinan dan anggota DPRD Sikka dapat menerima untuk dianggarkan pada APBD 2020, sambil kita menunggu keputusan Mendagri tentang pelaksanaan pembayaran di tahun 2020,” demikian Pidato Pengantar Bupati Sikka atas RAPBD 2020, Kamis (21/11).
Ketua Fraksi PAN Phillips Fransiskus menegaskan PAN berkomitmen untuk keberlanjutan pemberian TPP yang sudah terlaksana pada 2018 dan 2019. Komitmen ini sudah disepakati sejak pembahasan Rancangan PPAS 2020 dengan mendorong pemerintah segera menyelesaikan seluruh persyaratan guna mendapatkan persetujuan Mendagri.
Persetujuan Mendagri merupakan syarat mutlak sebelum diberikan TPP. Sesuai PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2020, disebutkan dengan tegas bahwa dalam hal Kepala Daerah menetapkan pemberian TPP ASN tidak sesuai mekanisme maka Menteri Keuangan atas usulan Mendagri melakukan penundaan dan atau memotong dana transfer umum.
“Jika sampai saat ini persetujuan Mendagri belum ada, maka Fraksi menyampaikan permohonan maaf tidak bisa menyetujui anggaran TPP. Apabila dalam proses berjalan persetujuan Mendagri sudah ada, maka Fraksi mendukung untuk dianggarkan pada APBD Perubahan,” seru Phillips Fransiskus.
Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva mengingatkan bahwa TPP bukanlah belanja wajib, karena tergantung kemampuan keuangan daerah setelah urusan wajib terpenuhi. Fraksi Partai Nasdem menegaskan kepada pemerintah bahwa TPP tidak perlu dianggarkan sebelum ada persetujuan Mendagri.
Fraksi Partai Gerindra juga belum dapat menyetujui anggaran TPP sebelum adanya surat persetujuan Mendagri. Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu mengatakan sejak pembahasan RAPBD 2019, fraksinya telah meminta pemerintah menyertakan surat rekomendasi dari Kemendagri.
Senada dengan itu, Fraksi Partai Golkar berpendapat bahwa penganggaran TPP untuk ASN tidak mengikat. Sekretaris Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu mengatakan sebagaimana diatur PP Nomor 12 Tahun 2019, kriteria pemberian TPP didasarkan pada pertimbangan beban kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi, prestasi kerja dan atau pertimbangan objektif lainnya.
“Kepala Daerah dapat memberikan TPP bagi ASN setelah mendapat persetujuan Mendagri. Karena itu Fraksi Partai Golkar sepakat untuk menganggarkan kembali TPP sejauh pemerintah memenuhi semua persyaratan termasuk persetujuan Mendagri,” ujar dia.
Pendapat berbeda dikedepankan Fraksi PDI Perjuangan yang nota bene adalah fraksi pendukung pemerintah. Ketua Fraksi PDI Perjuangan Stefanus Sumandi mengaku fraksinya memberi perhatian serius soal peningkatan kualitas hidup para pegawai. Hemat Fraksi PDI Perjuangan, para pegawai sangat perlu mendapatkan tambahan penghasilan agar dapat bekerja dengan baik sehingga kinerja pun meningkat.
“Fraksi berpikir tidak hanya para pegawai yang bekerja di kantor, tetapi juga anggota keluarga yang menjadi bagian integral dari komunitas terkecil itu,” ungkap Stefanus Sumandi.
Namun Stefanus Sumandi mengatakan yang tidak kalah fantastis adalah belanja pegawai pada pos belanja langsung sebesar Rp 51.213.136.960. Jika ditambah dengan estimasi pemberian TPP Rp 38 miliar, maka total belanja pegawai di luar belanja pegawai yang merupakan beban tetap atau hak para pegawai sebanyak Rp 89 miliar lebih.
Lain lagi pendapat Fraksi PKB yang juga adalah fraksi pendukung pemerintah. Ketua Fraksi PKB Yoseph Don Bosko mempertanyakan hal mana yang lebih penting dan mendesak antara TPP jika dibandingkan dengan pembangunan ruas jalan Bola-Hale, pemenuhan air bersih serta hak-hak dasar Kabupaten Sikka yang sampai saat ini belum tersentuh.
Bagaimana sikap pemerintah terhadap pikiran fraksi-fraksi, baru akan disampaikan Bupati Sikka pada paripurna dengan agenda keterangan pemerintah yang dijadwalkan berlangsung Selasa (26/11) malam. Diperkirakan Bupati Sikka akan mempertahankan usulan anggaran alokasi TPP hingga disetujui dan ditetapkan pada APBD 2020.*** (eny)
Baca Juga :  Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terkait

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terbaru

Petugas SAR Gabungan di Maumere evakuasi korban gempa bumi yang tertindih bangunan di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Senin, 17 Agu 2026 - 21:52 WITA

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA