Tradisi Khas Warga Nangalimang Sambut Juru Selamat

0
88
Tradisi Khas Warga Nangalimang Sambut Juru Selamat
Pohon Natal di sepanjang ruas Jalan Trans Flores Maumere-Ende, persisnya di Kelurahan Nangalimang
Maumere-SuaraSikka.com: Warga Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok di Kabupaten Sikka punya tradisi khas menyambut Juru Selamat. Mereka membuat pohon Natal berbagai bentuk dan jenis, dan dipajang di depan ruas Jalan Trans Flores Maumere-Ende.
Saat petang menjelang malam, lampu-lampu pada pohon Natal dihidupkan. Tampak ruas jalan itu menjadi semarak dengan aroma Natal. Banyak warga yang datang ke tempat itu, hanya sekedar untuk selfie dan berfotoria.
Pohon-pohon Natal berbagai jenis itu, dibentuk dari bahan-bahan lokal. Sebagian besarnya adalah barang bekas seperti gelas/botol bekas air mineral dan kaleng-kaleng bekas minuman segar.

Tradisi Khas Warga Nangalimang Sambut Juru Selamat

Sejak awal Desember, warga Nangalimang mulai berkreasi membentuk pohon Natal. Sekitar pertengahan Desember, hasil kreasi sudah mulai ditampilkan ke publik. Biasanya satu minggu menjelang Natal, Nangalimang sudah menjadi semarak.
Tradisi menghias pohon Natal di Nangalimang, sudah berlangsung sejak tahun 2016. Waktu itu Lurah Nangalimang Ari Sute menggagasnya dengan membuat kompetisi. Tak pelak warga pun ramai-ramai membuat pohon Natal dan dipajang di depan jalan.
Gagasan membuat pohon Natal kemudian berlanjut terus hingga kini. Meski tidak lagi dilombakan, warga Nangalimang benar-benar mempertahankan tradisi ini. Setiap menjelang Natal, ruas jalan itu pun mulai kelihatan semarak pada malam hari.
Ide kreasi pohon Natal yang sudah jadi tradisi itu, ternyata punya cerita. Nikolaus Allen, warga Nangalimang, bercerita awalnya pada tahun 2015 dia dan beberapa warga di situ diminta untuk membuat pohon Natal di depan Gereja Stasi Santa Martha Nangalimang.
Nikolaus Allen bersama Aswinto Natonis dan Yonri Suares kemudian membuat pohon Natal dengan bahan-bahan sederhana yang tidak membutuhkan biaya besar. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas, dan menyulapnya menjadi multifungsi. Umat stasi ini pun memberikan apresiasi atas kreatifitas anak-anak muda itu.
Hasil kreasi ini membuat Lurah Nangalimang jatuh hati. Dia pun menggagas lomba kreatifitas pohon dan lampu Natal. Hal ini digelorakan dalam rangka menumbuhkembangkan minat dan bakat warga, sekaligus menjadikan Nangalimang sebagai ikon Natal di Kabupaten Sikka.
Dua tahun terakhir ini, kreatifitas membuat pohon Natal tidak lagi dilombakan. Meski demikian, warga Nangalimang tetap antusias mempertahankan tradisi yang positip ini. Lurah Nangalimang yang sekarang Loi Parera sedang berpikir untuk memacu kreatifitas ini dengan membuat lomba. Dia hanya mewanti-wanti munculnya keributan antarpeserta sebagaimana terjadi dua tahun lalu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini