Pasien DBD Membludak, Perawat Kelelahan Hingga Pingsan

0
42
Maumere-SuaraSikka.com: Serangan virus demam berdarah semakin merajalela. Jumlah pasien pun terus membludak di RSUD TC Hillers Maumere. Tak pelak, para perawat pun mengalami kelelahan, hingg ada yang pingsan.
Kepala Bidang Penunjang RSUD TC Hillers Regina Ester menyebutkan lonjakan jumlah pasien terjadi selama 2 bulan ini. Para perawat melakukan penanganan medis secara maksimal. Namun mereka kewalahan karena keterbatasan petugas.
Kondisi ini, kata dia, membuat para perawat harus bekerja ekstra. Bahkan dikabarkan seorang perawat sempat jatuh pingsan akibat kelelahan, dan terpaksa harus dirawat di Ruangan CT Scan.

Pasien DBD Membludak, Perawat Kelelahan Hingga Pingsan

“Ya sudah 2 bulan ini rumah sakit terima banyak pasien. Tenaga medis kurang. Jadi kami butuh penambahan tenaga medis,” ungkap dia, Selasa (18/2).
Selain kekurangan tenaga medis, ledakan pasien ini mengakibatkan RSUD TC Hillers kekurangan ruang tampung. Manajemen terpaksa menambah tempat tidur, dan ditempatkan di lorong-lorong sempit. Di UGD, terlihat banyak pasien yang mendapat perawatan di lorong ruangan.
Kondisi kekurangan ruang tampung sebenarnya sudah terjadi sejak pertengahan Januari lalu. Ruang Anak yang berkapasitas 39 tempat tidur, tidak bisa lagi menampung pasien. Terpaksa ada pasien yang dititipkan di beberapa ruangan lain.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (18/2), melakukan kunjungan kerja ke RSUD TC Hillers Maumere. Ini kunjungan kerja kedua menyusul peningkatan kasus DBD. Dia melihat dari dekat bagaimana upaya penanganan DBD, serta kondisi yang dialami di rumah sakit itu.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga medis, rencananya pemerintah akan mensupoort tenaga medis dari puskesmas terdekat. Pemerintah juga akan menambahkan tempat tidur darurat berupa tandu lipat bantuan dari Kementerian Sosial.
Virus DBD sudah menyerang seluruh wilayah di Kabupaten Sikka. Sampai dengan kemarin, tercatat 668 kasus, dengan 5 anak di antaranya meninggal dunia. Pemerintah setempat telah menetapkan DBD sebagai kejadian luar biasa. Masa tanggap darurat berlaku sejak 22 Januari 2019, dan kemudian diperpanjang lagi.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini