DBD Mencekam Sikka, Gerindra Sindir Slogan Roma Datang Masalah Selesai

0
31
DBD Mencekam Sikka, Gerindra Sindir Slogan Roma Datang Masalah Selesai
Sufriyance Merison Botu
Maumere-SuaraSikka.com: Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka benar-benar mencekam. Fraksi Partai Gerindra pun menyindir slogan Roma Locute Causa Finita atau Roma Datang Masalah Selesai.
Roma merupakan akronim popular pasangan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga. Akronim ini dipopulerkan selama masa perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2018 lalu.
Sindiran Fraksi Partai Gerindra ini disampaikan jurubicara fraksi Sufriyance Merison Botu, Rabu (18/3), ketika membawakan pemandangan umum fraksi atas LPKJ Bupati Sikka. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo hadir pada rapat parpurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa.
Sufriyance Merison Botu mengatakan awalnya Fraksi Gerindra optimis dengan kehadiran paket Roma yang membawa slogan Roma Locute Causa Finita atau Roma Datang Masalah Selesai.
Dia mengatakan beribu keyakinan terpatri dalam hati lapisan warga masyarakat. Masing-masing punya harapan akan terselesaikannya segala persoalan yang sedang melilit.
“Tetapi hari demi hari, gaung slogan itu semakin menjauh. Bukan tidak mungkin akibat kegagalan pemerintah mengeksekusi Program 100 Hari Sikka Bebas Sampah,” simpul mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.
Akibatnya, kata dia, masyarakat menuai wabah DBD dengan starus kejadian luar biasa yang tidak pernah berkesudahan.
“Rancangan program yang keren mentereng, tidak diikuti langkah implementasi yang masif sistematis,” semprot Fraksi Gerindra.
Sufriyance Merisom Botu menyentil program Jumat bersih yang diinstruksikan Bupati Sikka, hanya berjalan beberapa pekan. Alhasil, kata dia, wabah mengintai di saat semuanya lengah, menyerang membabibuta sampai pemerintah kewalahan menghadapinya.
“Kita sudah kehilangan nyawa 15 anak masa depan, tapi kita masih berkutat dengan payung KLB. Sampai kapan KLB ini akan berakhir?” tanya Sufriyance Merison Botu.
Dalam pemandangan umum ini, Fraksi Partai Gerindra memiliki data 15 orang korban DBD. Sementara data dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus hanya 14 orang meninggal.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini