DBD Mencekam Sikka, Gerindra Sindir Slogan Roma Datang Masalah Selesai

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2020 - 19:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sufriyance Merison Botu

Sufriyance Merison Botu

Maumere-SuaraSikka.com: Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka benar-benar mencekam. Fraksi Partai Gerindra pun menyindir slogan Roma Locute Causa Finita atau Roma Datang Masalah Selesai.
Roma merupakan akronim popular pasangan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga. Akronim ini dipopulerkan selama masa perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2018 lalu.
Sindiran Fraksi Partai Gerindra ini disampaikan jurubicara fraksi Sufriyance Merison Botu, Rabu (18/3), ketika membawakan pemandangan umum fraksi atas LPKJ Bupati Sikka. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo hadir pada rapat parpurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa.
Sufriyance Merison Botu mengatakan awalnya Fraksi Gerindra optimis dengan kehadiran paket Roma yang membawa slogan Roma Locute Causa Finita atau Roma Datang Masalah Selesai.
Dia mengatakan beribu keyakinan terpatri dalam hati lapisan warga masyarakat. Masing-masing punya harapan akan terselesaikannya segala persoalan yang sedang melilit.
“Tetapi hari demi hari, gaung slogan itu semakin menjauh. Bukan tidak mungkin akibat kegagalan pemerintah mengeksekusi Program 100 Hari Sikka Bebas Sampah,” simpul mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.
Akibatnya, kata dia, masyarakat menuai wabah DBD dengan starus kejadian luar biasa yang tidak pernah berkesudahan.
“Rancangan program yang keren mentereng, tidak diikuti langkah implementasi yang masif sistematis,” semprot Fraksi Gerindra.
Sufriyance Merisom Botu menyentil program Jumat bersih yang diinstruksikan Bupati Sikka, hanya berjalan beberapa pekan. Alhasil, kata dia, wabah mengintai di saat semuanya lengah, menyerang membabibuta sampai pemerintah kewalahan menghadapinya.
“Kita sudah kehilangan nyawa 15 anak masa depan, tapi kita masih berkutat dengan payung KLB. Sampai kapan KLB ini akan berakhir?” tanya Sufriyance Merison Botu.
Dalam pemandangan umum ini, Fraksi Partai Gerindra memiliki data 15 orang korban DBD. Sementara data dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus hanya 14 orang meninggal.*** (eny)
Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA