Bupati Sikka Usulkan Penutupan Sementara Pelabuhan Laut dan Bandara

0
25
Bupati Sikka Usulkan Penutupan Sementara Pelabuhan Laut dan Bandara
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo resmi mengajukan surat kepada Menteri Perhubungan dengan usulan penutulan sementara Pelabuhan Laut dan Bandar Udara di Kabupaten Sikka.

Informasi ini disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka Awales Syukur pertelepon kepada media ini, Kamis (26/3) sekitar pukul 21.30 Wita.

“Barusan Bupati tanda tangan surat usulan ke Menhub untuk penutupan sementara pelabuhan laut dan andar udara di Kabupaten Sikka. Surat resminya ada pada Sekretaris Dinas Perhubungan. Malam ini juga langsung dikirim ke Kementerian,” jelas Awales Syukur.

Surat dengan Nomor Gugur Tugas 10/C-19/III/2020, terdiri dari 2 halaman. Surat tersebut berisi 6 poin penting. Substansi surat teesebut mengacu kepada Surat Edaran Menteri Kesehatan tanggal 6 Januari 2020 tentang kesiapan dalam upaya pencegahan penyakit pneumonia dari Negara Tiongkok ke Indonesia, dan Surat Edaran Menyeri Kesehatan tanggal 31 Januari 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap infeksi novel corona virus sebagai kedaruratan masyarakat dunia.

Surat Bupati Sikka juga untuk menindaklanjuti Instruksi Gubernur NTT Nomor 1 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi Covid 19 di NTT. Pada istruksi itu, salah satu poin langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah melaksanakan upaya pencegahan di pintu masuk, yakni bandara dan pelabuhan, untuk memdeteksi dini penumpang yang datang dari daerah terjangkit.

Bupati Sikka menegaskan bahwa upaya-upaya tersebut audah dilakukan di Kabupaten Sikka. Namun, dia.mengaku perlu menyampaikan beberapa pertimbangan dalam rangka pencegahan dan penanganan terhadap penularan Covid 19.

Pertama, Kabupaten Sikka merupakan pintu masuk dan keluar, baik melalui pelabuhan laut maupun bandar udara, untuk ke dan dari daerah-daerah lain, maka akan mengancam penduduk Flores khususnya penduduk Kabupaten Sikka yang berjumlah 320.000 jiwa.

Kedua, berdasarkan gambaran umum dan laporan situasi Covid 19 di Kabupaten Sikka, menunjukkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari tim medis rumah sakit yang mengatakan positip Covid 19.

Ketiga, dari data hasil pengamatan per tanggal 25 Maret 2020 pukul 18.00 Wita, terdapat 2.101 orang tanpa gejala yang melakukan karantina mandiri, 37 dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP). Semua ODP tersebut datang dari luar negeri atau daerah tertular yakni Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makasar, Kalimantan, dan Papua. Angka tersebut di atas terus menunjukkan trend meningkat dari waktu ke waktu.

Keempat, persediaan fasilitas alat pelindung diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia, maka harus waspada.

Kelima, berdasarkan 4 poin di atas, dan demi keselamatan warga masyarakat Kabupaten Sikka, maka dengan ini kami menyatakan bahwa akses menuju Kabupaten Sikka untuk sementara waktu ditutup, kecuali untuk penerbangan yang mengantar bantuan maupun logistik untuk penanganan Covid 19 dan logistik lainnya.

Keenam, dengan demikian menutup sementara waktu Bandara Frans Seda, Pelabuham Laurens Say, dan Pelabuhan Penyeberangan Kewapante bagi semua orang, sehingga seluruh penerbangan domestik, kapal penumpang PELNI, dan kapal penumpang lainnya termasuk kapal penyeberangan RoRo dan fery ASDP ditutup pengoperasiannya terhitung mulai tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 12 April 2020.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Verdinandus Lepe yang dihubungi media ini, memastikan surat tersebut akan segera dikirim ke Menteri Perhubungan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini