Ini Alasan Kades Hikong Tutup Jalan Negara

0
54
Ini Alasan Kades Hikong Tutup Jalan Negara
Suasana penutupan badan jalan negara di Desa Hikong, Sabtu (26/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Desa Hikong Agustinus A. Datus bersama warga masyarakat di desa itu menutup badan jalan negara pada Sabtu (23/5). Dia membeberkan beberapa alasan terkait tindakan itu.

Awalnya dia mengaku mendapat pengaduan dari warga masyarakat dan pelaku ekonomi yang tidak bisa ke Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flotim. Banyak warga Desa Hikong tidak diperbolehkan masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Flotim.

“Warga boleh masuk jika menunjukkan surat keterangan rapid test,” ujar Agustinus A. Datus kepada wartawan di Kantor Dinas Pemdes, Selasa (26/5).

Dia sendiri mengalami perlakuan itu ketika hendak mengambil uang pada ATM BRI di Boru. Tanpa mengantongi surat keterangan rapid test, dia pun tidak diizinkan ke Boru.

Yang lebih mengecewakan, kata dia, larangan bagi warga masyarakat Hikong dan pelaku ekonomi, disertai stigma sebagai pembawa virus corona.

“Warga dari Sikka tidak boleh masuk ke Flotim. Alasannya karena kita ini sebagai pembawa corona di wilayah mereka,” terang Datus.

Larangan dan stigma tersebut, kata dia, bukan saja dia dengar dari pengaduan masyarakat dan pelaku ekonomi, tapi dia mendengarnya langsung dari Satgas Covid Flotim yang bertugas di Boru.

Terhadap larangan dan stigma tersebut, Datus bersama warga masyarakat Hikong langsung spontan bereaksi menutup badan jalan negara.

Dia beralasan reaksi spontan itu sifatnya mendukung kebijakan Satgas Covid Flotim. Dengan demikian, lanjut dia, pelaku perjalanan dari Flotim pun tidak perlu masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Sikka, sehingga tidak terpapar virus corona.

Dampak dari penutupan badan jalan ini, berujung maut. Sebuah ambulance yang membawa pasien rujukan dari RSU Larantuka, tertahan di Hikong kurang lebih 15 menit.

Ambulance ini mengangkut seorang ibu hamil yang dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere. Setelah proses operasi, diketahui bayi yang dikandung ibu ini meninggal dalam perjalanan.

Kasus kematian bayi ini kemudian dikait-kaitkan dengan penutupan badan jalan di Hikong. Pasalnya, ambulance tidak bisa menempuh perjalanan normal akibat tertahan antrian panjang di Hikong.

Desa Hikong merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Flores Timur. Masyarakat di desa ini sering melakukan perjalanan ke Boru untuk belanja di pasar. Jarak Hikong dan Boru sekitar 10 kilometer.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini