Bupati Sikka Tidak Mampu Penuhi Proyeksi PAD sesuai RPJMD

    0
    221
    Nasdem Sindir Bupati Sikka Bagi-Bagi Beras
    Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni

    Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka mengritik kinerja kerja Bupati dan Wakil Bupati Sikka. Disebutkan, duet yang familiar dengan Roma itu, tidak pernah mampu memenuhi proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) sesuai RPJMD 2018-2023.

    Kritik konstruktif ini disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni saat menyampaikan pemandangan umum terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS), Rabu (2/9) malam.

    Kritikan ini berangkat dari proyeksi pendapatan daerah tahun 2021 yang bersumber dari PAD sebesar Rp 104.166.994.962,53, atau meningkat 13,69 persen dari tahun sebelumnya.

    “Kami perlu mengingatkan pemerintah bahwa memasuki tahun ketiga duet kepemimpinan saat ini, tidak pernah mampu memenuhi proyeksi PAD berdasarkan proyeksi pendapatan yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023,” kritik Yosef Nong Soni.

    Melihat kondisi seperti itu, Fraksi Partai Nasdem mendesak pemerintah untuk segerra melakukan penyesuaian atau revisi dokumen RPJMD, agar target kinerja dan capaiannya dapat terukur secara rasional.

    Secara terpisah, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva membeberkan proyeksi PAD menurut RPJMD 2018-2023.

    Untuk tahun 2019, proyeksi PAD sebesar Rp 115 miliar, lalu tahun 2020 sebesar Rp 121.440.000.000, dan tahun 2021 sebesar Rp 128.556.384.000.

    “Kalau kita lihat realitasnya pada APBD, tiga tahun ini proyeksi PAD jauh berbeda dengan proyeksi PAD di dalam RPJMD,” ujar dia.

    Media ini berhasil menghimpun target dan realisasi PAD selama 4 tahun terakhir. Untuk tahun 2017 pada masa kepemimpinan Bupati Yoseph Ansar Rera, target PAD setelah perubahan anggaran sebesar Rp 142.894.813.580, dengan realisasi Rp 118.177.114.975. Lalu tahun 2018 di masa transisi, target PAD setelah perubahan anggaran sebesar Rp 113.942.662.820, dengan realisasi Rp 100.868.194.503,01.

    Pada tahun 2019, tahun pertama kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo, target PAD setelah perubahan anggaran sebesar Rp 104.401.857.125, dengan realisasi Rp 99.619.556.103,26.

    Lalu tahun 2020 ini, dengan target PAD sebesar Rp 114.233.844.995, dengan realisasi hingga Agustus 2020 baru mencapai Rp 37.788.975.855.

    Pelaksana Tugas Kepala Badan Keuangan Sikka Paul Prasetyo mengakui target PAD pada RPJMD Sikka terlalu tinggi.

    Dia mengatakan pagu anggaran PAD harus dihitung dari potensi, tarif dan capaian realisasi tahun sebelumnya. Jika dibuat proyeksi sesuai pertumbuhan ekonomi, hemat dia, tidak akan mendapatkan realisasi yang meyakinkan.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini