Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2020 - 21:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Cipayung Plus gelar jumpa pers di ruang paripurna DPRD Sikka, Jumat (9/10)

Pimpinan Cipayung Plus gelar jumpa pers di ruang paripurna DPRD Sikka, Jumat (9/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Mahasiswa Kelompok Cipayung Plus kecewa berat dengan sikap Ketua DPRD Sikka. Pasalnya tidak ada dengar pendapat saat aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law, Jumat (9/10).

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Kelompok mahasiswa ini tampak kaget ketika Ketua DPRD Sikka Donatus David menutup agenda pertemuan, dan langsung meninggalkan ruangan sidang. Padahal aliansi mahasiswa masih ingin menyampaikan berbagai hal terkait dampak dari Omnibus Law.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesal dengan sikap Ketua DPRD Sikka, mahasiswa pun mengecam tindakan tersebut. Mereka menilai Donatus David mengambil keputusan sepihak tanpa memberi ruang audiensi.

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Para pimpinan kelompok mahasiswa dari unsur GMNI, PMKRI, HMII, LMND, dan IMM, langsung menggelar jumpa pers. Mereka mengutuk sikap Ketua DPRD Sikka. Kelompok Cipayung Plus berencana menduduki Gedung DPRD Sikka.

Sebelumnya, DPRD Sikka akhirnya menerima perwakilan Cipayung Plus di ruang paripurna. Donatus David memimpin jalannya pertemuan, didamping Wakil Ketua DPRD Yoseph Karimanto Eri dan Gorgonius Nago Bapa.

Baca Juga :  Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Donatus David mempersilahkan Kelompok Cipayung menyampaikan tuntutan mereka. Ketua Presidium PMKRI Yuliana Bara kemudian membacakan tuntutan penolakan Omnibus Law.

Setelah tuntutan selesai dibacakan, Donatus David meminta pernyataan sikap tersebut diserahkan kepada Pimpinan DPRD Sikka.

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Dia beralasan UU Omnibus Law merupakan produk yang dihasilkan DPR RI, karena itu pihaknya akan nelanjutkan pernyataan sikap Cipaying Plus kepada DPR RI.

Seorang perwakilan mahasiswa menyerahkan dokumen pernyataan sikap kepada Donatus David. Usai menerima pernyataan sikap, Donatus David langsung menutup sidang, dan meninggalkan ruangan.

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 10 menit, seakan menjadi ironi, karena sebelumnya kurang lebih 3 jam kelompok mahasiswa ini bersitegang dengan aparat keamanan yang menutup semua akses masuk ke Gedung DPRD Sikka.

Baca Juga :  Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Mahasiswa menuntut masuk ke Gedung DPRD Sikka, namun tidak mendapat izin dari aparat kepolisian. Polisi meminta perwakilan mahasiswa yang bertemu anggota DPRD Sikka, tapi mahasiswa menolaknya.

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka
Ketua DPRD Sikka menemui kelompok demonstran

Ketua DPRD Sikka datang menemui kelompok demonstran di pintu masuk utama Kantor DPRD Sikka. Dia meminta utusan perwakilan bertemu anggota DPRD Sikka, namun tawaran ini ditolak mahasiswa.

Proses negosiasi pun berlangsung tegang. Terkadang terjadi aksi dorong-mendorong, karena mahasiswa nekad menerobos barikade keamanan.

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Setelah melalui kesepakatan bersama, akhirnya mahasiswa diizinkan masuk ke halaman Kantor DPRD Sikka, dan hanya perwakilan sebanyak 15 orang yang bertemu anggota DPRD Sikka.

Mahasiswa Kecewa dengan Sikap Ketua DPRD Sikka

Awalnya DPRD Sikka hanya mau menerima di luar ruang paripurna. Mahasiswa pun protes karena menganggap DPRD Sikka tidak menghargai kehadiran mereka. Melalui perdebatan yang sengit, akhirnya DPRD Sikka menerima perwakilan mahasiswa di ruang paripurna.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA