Soal PAD 2021, Gerindra Tuding Bupati Sikka Inkonsistensi

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 20 November 2020 - 10:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 5 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Maumere-SuaraSikka.com: Target pendapatan asli daerah (PAD) Sikka tahun 2021 menjadi bumerang. Fraksi Partai Gerindra menuding Bupati Sikka inkonsistensi terhadap hal ini.

Fraksi Partai Gerindra menemukan perbedaan antara yang disampaikan Bupati Sikka dalam Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD 2021 dengan yang sudah disepakati dalam dokumen KUAPPAS.

“Kami sepakat dengan pernyataan Bupati dalam pidato pengantarnya bahwa RAPBD 2021 akan dubahas utuh berpedoman pada kesepakatan KUAPPAS. Namun pada kenyataannya berbeda dan inkonsistensi,” kesal Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu, Kamis (19/11) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyebut misalnya mengenai target PAD 2021. Dalam dokumen nota kesepakatan PPAS, PAD 2021 ditargetkan sebesar Rp 104 miliar lebih. Ternyata, kata dia, dalam Pengantar Nota Keuangan, Bupati Sikka menyampaikan t
target yang berbeda yakni Rp 100 miliar lebih.

Baca Juga :  Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka

“Perubahan angka ini sungguh-sungguh mengusik kami untuk bertanya, ada apa?” tanya dia.

Sufriyance Merison Botu mengatakan jika harus konsisten dengan mekanisme siklus penganggaran keuangan daerah, maka terhadap perubahan target PAD 2021, tinggal dipilih alternatif, mengubah nota kesepakatan PPA ataukah mengubah RAPBD.

“Kalau PPA yang diubah, maka kita perlu berproses ulang dari awal. Dan ini jelas tidak mungkin, karena akan ada begitu banyak risiko yang ditimbulkan,” seru dia.

Baca Juga :  Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka

Selain inkonsistensi terhadap target PAD 2021, Fraksi Partai Gerindra juga menyentil perbedaan pada pos pembiayaan.

Dalam dokumen PPA, kata dia, DPRD Sikka dan pemerintah telah menyepakati pos pembiayaan sebesar Rp 77 miliar lebih. Tetapi dalam Pengantar Nota Keuangan RAPBD 2021, Bupati Sikka menyampaikan pos pembiayaan sebesar Rp 112 miliar lebih.

“Terjadi kenaikan yang drastis. Mohon pemerintah menglarifikasi hal ini,” pinta mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.

Masih terkait pos pembiayaan, Fraksi Partai Gerindra menyentil tidak termuatnya pinjaman daerah sebesar Rp 216 miliar. Padahal, terang Sufriyance Merison Botu, telah disepakati dan tertuang dalam nota kesepakatan PPA.*** (eny)

Berita Terkait

Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka
TKA SMP Digelar 6 April 2026, Ini Jumlah Soal, Materi, dan Waktu Pelaksanaannya
Koordinasi Dinas PKO dan Kemenag Sikka Tidak Efektif, Anggaran TPG THR dan Gaji 13 Kurang Rp 986 Juta Lebih
Hasil Audit Inspektorat Sikka, Fisik Puskesmas Tuanggeo Mentok di 55,79 Persen
Sikka dan Lembata Raih UHC Award Kategori Pratama
Bupati Sikka Lantik 17 Pejabat Eselon 2, Delapan OPD Masih Kosong
Isu Rotasi Mutasi di Sikka Menguat, Pelantikan Dikabarkan Sebelum Tutup Tahun
Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira Apresiasi Karya Jurnalistik Perspektif HAM

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru