RAPBD Belum Pro Rakyat, Dicky Raja Kecewa

0
287
RAPBD Belum Pro Rakyat, Dicky Raja Kecewa
Anggota Banggar Benediktus Lukas Raja

Maumere-SuaraSikka.com: RAPBD Sikka 2021 belum menampilkan keberpihakan kepada rakyat. Hal ini membuat kecewa Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka Benediktus Lukas Raja atau yang biasa disapa Dicky Raja.

Selama pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Sekretaris Fraksi PDIP itu selalu menyentil kecilnya porsi pembangunan yang dinikmati masyarakat. Dia selalu menyebutnya dengan istilah kue pembangunan.

Di Dinas Pertanian, misalnya, belanja daerah direncanakan Rp 18 miliar lebih. Belanja pegawai menyedot anggaran terbesar yakni Rp 12 miliar lebih. Sementara belanja modal hanya sebesar Rp 2,3 miliar, jauh di bawah belanja operasional kantor senilai Rp 4,4 miliar.

“Saya kecewa dan sedih sekali, masa porsi untuk masyarakat lebih kecil dari belanja operasional kantor. Ini menunjukkan masyarakat tidak menikmati kue pembangunan dari sektor pertanian,” kritik dia.

Dia meyakini sebagian besar belanja modal pada Dinas Pertanian merupakan pendekatan politis yang adalah pokok-pokok pikiran anggota DPRD Sikka berupa pengadaan ternak.

Kepala Dinas Pertanian Mauritz da Cunha mengakui bahwa alokasi belanja modal untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat memang kecil, sebagaimana yang direncanakan dinas tersebut.

Menghadapi fakta rancangan anggaran yang belum berpihak kepada rakyat, Dicky Raja lalu mengusulkan 50 persen belanja operasional kantor pada Dinas Pertanian dialihkan sebagai belanja modal.

Usulan mantan Ketua GMNI Sikka ini kemudian memicu kesepakatan antara Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), memotong 10 persen belanja daerah pada setiap satuan kerja perangkat daerah. Pemotongan khusus untuk belanja ATK, biaya pemeliharaan operasional kendaraan, dan biaya perawatan kantor.

Sebagaimana diketahui, pada Pengantar Nota Keuangan RAPBD Sikka 2021, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan belanja modal hanya sebesar Rp 49.343.531.980 atau setara 5 persen dari belanja daerah yang direncanakan Rp 980.358.723.492.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini