Longsor Parah di Wolodhesa-Napugera, Ibu Hamil Kesulitan Periksa Kesehatan

    0
    135
    Longsor Parah di Wolodhesa-Napugera, Ibu Hamil Kesulitan Periksa Kesehatan
    Warga masyarakat Napugera dan Poma kerja bakti menyiasati tumpukan material longsoran di Dusun Nuanira (foto: istimewa)

    Maumere-SuaraSikka.com: Bencana longsor yang parah melanda ruas jalan dari Desa Wolodhesa hingga Desa Napugera di Kecamatan Mego Kabupaten Sikka. Akibatnya antara lain ibu hamil kesulitan memeriksakan kesehatan.

    Setidaknya terdapat 6 titik longsor pada ruas jalan yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Mego. Longsoran diakibatkan oleh hujan deras dan cuaca ekstrim pada Senin-Selasa (8-9/2) pekan lalu.

    Henderikus Hende, tokoh masyarakat Desa Napugera

    Hendrikus Hende, seorang tokoh masyarakat Desa Napugera menyebut dua titik yang parah yakni crossway Nakaliku dan longsoran di Dusun Nuanira Desa Poma.

    Akibat longsoran dan rusaknya crossway, akses transportasi menjadi macet total. Kendaraan roda 4, hanya sampai di Dusun Wolorega Desa Wolodhesa.

    “Kami yang di desa paling ujung menjadi terisolir. Ibu-ibu hamil mau periksa kesehatan, terpaksa naik motor. Di daerah longsoran, mereka turun, jalan kaki, harus hati-hati supaya tidak terpeleset,” cerita Henderikus Hende kepada media ini di Maumere, Senin (15/2).

    Dia menceritakan seorang pelintas jalan yang menunggangi Vixion, pernah jatuh ke kali, akibat sempitnya badan jalan, serta kurang hati-hati menghindari material longsoran.

    Masyarakat membuat jalan baru di atas bekas material longsoran (foto: istimewa)

    Di Dusun Nuanira, kata dia, material longsoran setinggi 5 meter menutupi badan jalan. Praktis tidak ada akses transportasi, karena badan jalan itu diapiti jurang dan tebing.

    Material berupa lumpur dan batu-batu berkuran besar, hanya bisa dipindahkan dengan bantuan alat berat. Namun karena situasi sudah sangat urgen, apalagi jaringan internet tidak tembus ke wilayah itu, warga masyarakat Napugera dan Poma ramai-ramai kerja bakti.

    “Kami kerja manual saja. Merapikan material longsoran, sehingga roda dua bisa lewat di atas material longsoran. Yah, sangat berisiko, tapi begitu sudah kondisinya, tidak ada alternatif lain,” jelas dia.

    Henderikus Hende berharap Dinas PUPR Sikka selaku instansi teknis memantau kondisi ruas jalan dari Wolodhesa sampai Napugera sepanjang 5 kilometer itu.

    Dengan demikian bisa dicarikan jalan keluar untuk melancarkan akses transportasi dan roda perekonomian warga pada sejumlah desa di wilayah itu.

    “Kami mau berharap siapa lagi, hanya pemerintah saja yang bisa mengatasi ini,” pinta dia.

    Malah, bukan hanya berharap intervensi Dinas PUPR, tokoh masyarakat ini mendesak Bupati Sikka melihat langsung kondisi yang terjadi di sana.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini