Radikalisme Ancam Sikka, Gerardus Gili Desak Copot Kapolres

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 Mei 2021 - 21:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 76 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerardus Gili sedang berorasi di depan Kantor Kantor Kementerian Agama Sikka, Senin (3/5)

Gerardus Gili sedang berorasi di depan Kantor Kantor Kementerian Agama Sikka, Senin (3/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Geradus Gili menyebut isu radikalisme kini mengancam Kabupaten Sikka. Dia mendesak pencopotan Kapolres Sikka AKBP Sajimin.

Desakan pencopotan Kapolres Sikka disampaikan melalui aksi damai, Senin (3/5), pada sejumlah tempat. Aksi damai tersebut terkait protes atas kasus yang menimpa anaknya Yohanes San Salvador Lado Gili, yang kini telah menjadi mualaf dengan nama Muhammad Ihsan Hidayat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, benih-benih radikalisme dan intoleran di Kabupaten Sikka muncul bersamaan dengan pindah agama anaknya, kurang lebih 1 tahun yang lalu.

Aksi damai di depan pintu gerbang Kantor DPRD Sikka, Senin (3/5)

Dalam rentang 1 tahun ini, kata dia, Kapolres Sikka dianggap gagal membongkar praktik-praktik radikalisme dan intoleran yang terjadi di balik kasus anaknya.

Padahal, ujar dia, runutan proses pindah agama anaknya, sudah sangat jelas dan terang. Dia menuding Kapolres Sikka sengaja membiarkan radikalisme dan intoleran tumbuh dan berkembang di daerah ini.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Dia menyebut nama sejumlah oknum yang diduga kuat terlibat pada paham radikal dan intoleran. Oknum-oknum tersebut ikut dalam proses pindah agama anaknya.

“Sudah saya laporkan kepada Kapolres Sikka. Tapi, laporan saya diabaikan. Oknum-oknum itu dibiarkan bebas berkeliaran. Karena itu saya minta copot Kapolres Sikka,” teriak dia dalam aksi damai.

Gerardus Gili bersama istri di depan pintu gerbang Kantor DPRD Sikka, Senin (3/5)

Gerardus Gili bersama istrinya serius memperjuangkan keadilan agar anak laki-laki mereka yang kini sudah jadi mualaf, dikembalikan seutuhnya sebagai penganut Katolik.

Suami istri ini tampil sebagai orator, bergantian dengan seorang orator perempuan. Mereka berorasi dari atas sebuah pikup berwarna hitam.

Aksi damai ini dilancarkan pada sejumlah titik, seperti di Kampus IKIP Muhamadiyah di Kelurahan Waioti, Kantor Polres Sikka di Jalan Ahmad Yani, Kantor Kementerian Agama Sikka, serta Kantor Bupati Sikka dan Kantor DPRD Sikka di Jalan Eltari.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Gerardus Gili tidak berhasil bertemu Rektor IKIP Muhamadiyah, Kapolres Sikka, Bupati Sikka, dan Pimpinan DPRD Sikka, karena aksi damai hari itu tidak mengantongi izin keramaian.

Di DPRD Sikka, setelah menunggu lama di depan pintu gerbang yang sengaja ditutup, akhirnya Gerardus Gili dan istri berhasil bertemu Pimpinan DPRD.

Aparat polisi berjaga mengamankan Kantor DPRD Sikka menjelang aksi damai, Senin (3/5)

Aksi damai ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Puluhan polisi disiagakan pada titik-titik aksi.

Sebagaimana diberitakan, San, mahasiswa IKIP Muhammadiyah, resmi menjadi mualaf pada 22 Juni 2020. Beredar sebuah Akta Masuk Islam yang dikeluarkan Masjid Darussalam Waioti Maumere. Namanya berubah menjadi Muhamad Ihsan Hidayat. Seluruh proses ini tidak diketahui orangtuanya.

Seorang orator perempuan sedang menggugah proses pindah agama yang dianggap diintervensi benih radikal.dan intoleran

Gerardus Gili mengatakan proses pindah agama anaknya berlangsung sesat, tercela dan tidak sah. Menurut dia, ada keterlibatan oknum-oknum dalam tindakan memurtadkan anaknya melalui proses yang tersembunyi dan tertutup.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru