Warga Madawat Tolak Hibah Tanah untuk MUI dan Majelis Budha

0
3003
Warga Madawat Tolak Hibah Tanah untuk MUI dan Majelis Budha
Ketua LPM Kelurahan Madawat Wilibrordus Sanggongoang

Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka berencana menghibahkan sebidang tanah kepada MUI Sikka dan Majelis Agama Budha Theravada Sikka. Namun warga masyarakat Kelurahan Madawat Kecamatan Alok menolak kebijakan tersebut.

Bidang tanah yang akan dihibahkan luasnya 1.192 meter persegi, terletak di Jalan Melati Kelurahan Madawat, persisnya di bagian utara Masjid Perumnas.

MUI Sikka mendapat tanah seluas 399 meter persegi, untuk dibangun Kantor Sekretariat. Sedangkan Majelis Agama Budha Theravada Sikka memperoleh 399 meter persegi untuk dijadikan vihara.

Selain MUI Sikka dan Majelis Agama Budha Theravada Sikka, pada hamparan yang sama seluas 402 meter persegi dihibahkan untuk Polindes Madawat.

Ketua Banggar DPRD Sikka Donatus David saat pertemuan bersama warga masyarakat di Jalan Melati Kelurahan Madawat, Kamis (10/6)

Sikap warga Madawat disampaikan Ketua LPM Wilibrordus Sanggongoang dan Yuven Wangge saat kunjungan Ketua dan Anggota Badan Anggaran DPRD Sikka di lokasi tersebut, Kamis (10/6).

Willy Sanggongoang mengatakan warga Kelurahan Madawat justeru mendorong pemerintah daerah setempat agar memperluas pengembangan Polindes Madawat yang sudah aktif sejak tahun 2005.

“Polindes sudah ada, dan kami inginkan ada pengembangan dengan memanfaatkan tanah yang akan dihibahkan ini,” tegas Willy Sanggongoang.

Menurut dia, warga di kelurahan menginginkan agar pada bidang tanah tersebut dibangun PAUD dan Taman Baca.

Dia mengaku prihatin sekali dengan aktifitas PAUD yang selama ini berlangsung pada Kantor Kelurahan Madawat. Sehingga lebih baik dibangun Gedung PAUD yang representif disertai Taman Baca pada lokasi tanah yang akan dihibahkan ke MUI dan Majelis Agama Budha Theravada Sikka.

Beberapa anggota Banggar DPRD Sikka mendengarkan aspirasi warga masyatakat Kelurahan Madawat

Yuven Wangge, seorang warga Kelurahan Madawat juga berpendapat yang sama. Hemat dia, akan sangat bijak jika pemerintah menghibahkan untuk perluasan pengembangan Polindes Madawat.

Dia juga menyinggung jumlah penganut Budha yang bermukim di Kelurahan Madawat atau di sekitar lokasi tanah. Tidak bermaksud sedang intoleran, dia meminta pemerintah memikirkan kembali kebijakan tersebut.

“Kalau untuk bangun Vihara, silakan, tapi jangan di tempat ini. Bisa di tempat yang lain. Di sini sebaiknya untuk PAUD dan Taman Baca,” sentil dia.

Paulus Papo Belang, warga Kelurahan Kota Uneng yang kebetulan mengikuti pertemuan tersebut, ikut berkomentar. Dia berkilah sebagai warga Kabupaten Sikka yang juga bisa memberikan pendapat.

Menurut Papo Belang, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan secara matang hibah tanah kepada organisasi atau lembaga apa saja. Dia justeru berpikiran tidak perlu dihibahkan tanah kepada organisasi atau lembaga apa saja.

“Ada efek domino bagi yang lain. Ini soal keadilan. Ada yang dikasih, ada yang tidak. Dan yang tidak atau belum, bisa saja ajukan permohonan untuk mendapatkan tanah. Tanah pemerintah lama-lama habis dibagi-bagi,” ujar dia.

Papo Belang yang juga Ketua Gapensi Sikka mengatakan untuk organisasi atau lembaga sebaiknya dengan mekanisme sewa pakai saja.

Atau, kata dia, sebaiknya organisasi atau lembaga secara mandiri mengusahakan pembelian tanah untuk kepentingan mereka.

“Kalau hibah saja terus, kami Gapensi yang juga asosiasi pelayanan masyarakat bisa juga mengusulkan permohonan hibah,” alasan dia.

Selanjutnya terhadap bidang tanah yang akan dihibahkan, Papo Belang mengusulkan agar dibangun tempat bermain anak-anak yang lebih mengakomodir kepentingan banyak orang.

Ketua Banggar DPRD Sikka Donatus David menyambut baik beragam pendapat dan usulan warga masyarakat. Aspirasi tersebut akan diteruskan kepada pemerintah.

Ketua Fraksi PDIP Stef Sumandi mengapresiasi berbagai usulan dan masukan warga masyarakat. Informasi tersebut, kata dia, sangat penting dan bermanfaat sebagai data pembanding saat pembahasan lanjut bersama pemerintah.

“Informasi-informasi ini sangat membantu kami untuk sampaikan kepada pemerintah,” ujar dia.

Lurah Madawat hadir mendengarkan usulan masyarakat yang menolak hibah tanah kepada MUI dan Majelis Budha

Sementara itu politisi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga masyarakat kepada pemerintah.

Lurah Madawat Charles Idung yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua dan Anggota Banggar DPRD Sikka.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan permohonan hibah atas tanah tersebut untuk dibangun PAUD dan Taman Baca.

Pertemuan antara Ketua dan Anggota Banggar bersama warga masyarakat difasilitasi Lurah Madawat. Komunikasi timbal balik selama kurang lebih setengah jam, berlangsung di bawah pohon, persis di depan tanah yang akan dihibahkan.

Dari Banggar DPRD Sikka hadir Ketua Donatus David, dan anggota Stef Sumandi dari Fraksi PDIP, Maria Angelorum Mayestatis dan Antonius Hendrikus Rebu dari Fraksi Partai Golkar, Herlindis da Rato dari Fraksi Perindo, dan Antonius Bata dari Fraksi Partai Hanura.

Banggar DPRD Sikka menjadwalkan kunjungan selama tiga hari sejak Kamis (10/6) hari ini ke sejumlah lokasi tanah yang akan dihibahkan dan yang diusulkan penghapusan aset.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini