6 Remaja Beda Jenis Kelamin Dibekuk di Lokasi Pangkas Rambut, 3 Anak di Bawah Usia

    0
    2446
    6 Remaja Beda Jenis Kelamin Dibekuk di Lokasi Pangkas Rambut, 3 Anak di Bawah Usia
    Enam remaja yang diamankan SatPol PP, Rabu (28/7) pagi

    Maumere-SuaraSikka.com: SatPol PP Sikka membekuk 6 remaja, Rabu (28/7) pukul 06.00 Wita, di sebuah tempat pangkas rambut di Kelurahan Beru. Mereka terdiri dari 3 laki-laki berusia dewasa dan 3 anak masih di bawah usia.

    Belum diketahui apa yang dilakukan 6 orang ini di dalam pangkas rambut tersebut. Penyidik Satpol PP tengah mengambil keterangan.

    Mereka yang dibekuk Satpol PP ternyata masih muda usia. Diketahui 2 orang sedang kuliah dan 4 lagi baru tamat SMA.

    Enam remaja sebelum masuk ke Kantor Satpil PP dan Damkar

    EM, laki-laki, 21 tahun, dan SDT asal Hewokloang, perempun 18 tahun kuliah pada salah satu perguruan tinggi di Maumere. EM juga sebagai pemangkas rambut.

    Berikutnya, dua laki-laki yaitu YRB 19 tahun, seorang pedagang BBM eceran, dan YNR 20 tahun asal Geliting Kecamatan Kewapante.

    Sedangkan 2 perempuan masih tergolong anak-anak karena berusia 17 tahun. Keduanya adalah MOM asal Desa Kolisia B Kecamatan Magepanda dan ATL asal Halehebing Kecamatan Mapitara.

    Dari interogasi sementara media ini, diketahui 5 orang saling mengenal. Mereka tergabung dalam sebuah grup di Facebook. Grup tersebut diberi nama Grup Seleb.

    Diduga tempat pangkas rambut ini menjadi sarana tampung para remaja berlainan jenis. Disinyalir para remaja sering sampai pagi di tempat itu.

    Remaja yang diamankan SatPol PP

    Vinsensia Iku, Ketua RT/RW 003/005, mengaku selama beberapa malam terakhir, sering terdengar bunyi musik dari dalam pangkas rambut.

    “Pengusaha di sebelah pangkas rambut mengeluh karena tempat itu ramai dengan banyak remaja, bahkan sampai pagi. Sering kali terlihat mereka menenggak alkohol,” jelas dia kepada media ini di Kantor Satpol PP.

    Pagi tadi sekitar pukul 04.00 Wita, Vinsensia Iku mendengar suara perempuan di dalam pangkas rambut. Bahkan dia sempat melihat seorang perempuan keluar lewat pintu belakang.

    “Mungkin dia mau pulang. Tapi pas lihat saya ada di sekitar situ, dia langsung buru-buru masuk kembali ke dalam,” jelas pengusaha UMKM ini.

    Selain mengambil keterangan dari 6 orang ini, penyidik SatPol PP juga meminta keterangan dari pemilik usaha.

    Diketahui usaha pangkas rambut baru berjalan sekitar 3 bulan. Tempat tersebut berukuran cukup luas, disekat menjadi 3 ruangan, masing-masing untuk pangkas rambut, ruang tidur, dan parkiran motor.

    Kssat Pol PP dan Damkar Sikka sedang mrnginregoasi remaja yang diamankan dari sebuah tempat pemangkas rambut

    Kasat Pol PP dan Damkar Sikka Adeodatus Buang da Cunha menyesalkan perilaku para remaja yang beraktifitas di luar kontrol.

    “Sementara sedang pemeriksaan. Kami akan lakukan pembinaan, dan mengantar pulang ke rumah orang tua mereka,” jelas Buang da Cunha.

    Pantauan media ini, pemeriksaan terhadap 6 orang ini masih sedang berlangsung. Diperoleh informasi, beberapa orang memberikan informasi yang berbelit-belit dan terkesan tidak jujur.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini