Soal Penarikan Guru Negeri, Wabup Sikka: Bupati Harus Dengar Saya

0
3123
Soal Penarikan Guru Negeri, Wabup Sikka: Bupati Harus Dengar Saya

Maumere-SuaraSikka.com: Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menanggapi serius masalah penarikan guru negeri dari sekokah-sekolah swasta.

Dia sendiri langsung menemui para demonstran dari Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Maumere yang menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (3/9).

Saat itu Wabup Sikka didampingi sejumlah pejabat, seperti Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera dan Kepala Inspektorat Germanus Goleng.

Wabup Sikka mengawali keseriusan persoalan ini dengan mengangkat contoh kasus. Dia menyebut masalah yang terjadi di SDK Hewokloang, di mana guru negeri hanya tinggal 2 orang, dan 2 tahun lagi akan memasuki masa pensiun.

“Saya pergi ke Bapa Uskup, diskusi dengan beliau. Bapa Uskup sarankan untuk bikin pertemuan, tapi sampai sekarang belum terealisir karena kondisi kesehatan saya terganggu,” tutur Wabup Sikka.

Keseriusan lain yang dia ungkapkan yakni menyangkut profesi dan profesionalisme guru.

“Bapak saya guru, istri saya guru, jadi saya mengerti betul tentang guru,” ungkap dia.

Kepada massa aksi, Wabup Sikka berjanji akan menyikapi serius tuntutan-tuntutan, masukan dan pernyataan sikap yang disampaikan MPK Keuskupan Maumere.

Kebetulan, kata dia, baru minggu yang lalu Bupati Sikka menyerahkan kepadanya tanggung jawab dan tugas pada bidang pendidikan. Dia mengaku akan melaksanakan tugas tersebut, termasuk kunjungan ke sekolah dan pembinaan kependidikan.

“Saya akan menjalani tugas-tugas itu, tapi keputusan terakhir ada pada Bupati. Hanya saya harapkan Bupati mesti dengar saya. Itu yang saya harapkan, dan kita semua harapkan. Bupati mesti dengar saya, karena sudah serahkan tugas kepada saya. Apalagi saya ini orang tua,” ujar Wabup Sikka yang sudah berusia 71 tahun itu.

Karena itu, lanjut Wabup Sikka, dia akan melakukan kajian-kajian terukur terkait sikap dan tuntutan MPK Keuskupan Maumere.

Ketua MPK Keuskupan Maumere Romo fidelis Dua sedang menyampaikan orasi di Kantor Dinas PKO Sikka

Wabup Sikka juga menyinggung tuntutan MPK terkait pencopotan Kadis PKO. Dia mengapresiasi tuntutan tersebut dalam prinsip demokrasi.

“Kadis PKO dicopot, yah  memang demokrasi seperti itu. Silakan ada usulan seperti itu, tapi nanti akan ada pengkajian, dicopot alasan apa. Saya akan kaji dan mengusulkan kepada Bupati. Kalau dicopot, yah Bupati yang copot,” tambah dia.

Saat itu Wabup Sikka membedah secara singkat semua tuntutan MPK Keuskupan Maumere. Dia tidak terlalu bicara panjang lebar, termasuk tidak menebarkan janji-janji.

“Saya omong blak-blakan saja, karena saya ini pendidikan kurang. Kalian dengan S2 dan lain-lain, saya hanya SMEA, jadi omongan saya itu praktis-praktis. Saya tidak ilmiah-ilmiah,” ungkap dia.

Sebuah poster yang menyindir kebijakan pemerintah

Kepada para demonstran, Wabup Sikka memastikan akan melakukan kajian selama satu minggu ini. Setelah itu dia akan mengundang perwakilan MPK Keuskupan Maumere  untuk menyampaikan pendapat atas kajian yang sudah dilakukannya.

Setelah mendapatkan tanggapan, hasil kajian yang sudah disempurnakan akan diserahkan kepada Bupati Sikka.

Sebelumnya diberitakan, MPK Keuskupan Maumere menggelar aksi damai di Kantor Dinas PKO Sikka dan Kantor Bupati Sikka, Jumat (3/9).

Perwakilan dari 37 yayasan sekolah swasta ini mempersoalkan kebijakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta sejak tahun lalu. Kebijakan ini dinilai semena-mena terutama karena Bupati Sikka sendiri di hadapan Uskup Maumere pernah menjanjikan tidak aka  menarik guru negeri dari sekolah swasta.

Lebih dari itu, MPK Keuskupan Maumere menilai kebijakan tersebut tidak berdasar karena Kadis PKO Sikka Mayella da Cunha tidak pernah menunjukkan regulasi yang mendukung kebijakan tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini