Diendapkan Sejak 2018, Dana PIP SDN Gaikiu Baru Dicairkan Kemarin

0
582
Diendapkan Sejak 2018, Dana PIP SDN Gaikiu Baru Dicairkan Kemarin
Kepala SDN Gaikiu Anselmus Sidi

Maumere-SuaraSikka.com: Setelah diendapkan sejak tahun 2018, Dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk SDN Gaikiu di Desa Bu Utara Kecamatan Tanawawo, baru dicairkan kemarin.

Kepala SDN Gaikiu Anselmus Sidi yang ditemui di Kantor Dinas PKO Sikka, Jumat (17/9), memastikan telah melakukan pencairan di Kantor BRI Unit Paga pada Kamis (16/9) kemarin.

Dana PIP yang dicairkan kemarin sebesar Rp 27.750.000. Dana tersebut untuk 18 murid penerima PIP tahun 2018 dan 20 murid penerima PIP tahun 2020 sesuai data buku rekening dan ATM yang ada padanya. .

Padahal keseluruhan dana yang diendapkan dari tahun 2018 hingga tahun 2021 yakni Rp 151.150.000 (bukan Rp 151.425.000, Red), terdiri dari tahun 2018 sebesar Rp 49.050.000, tahun 2019 sebesar Rp 44.550.000, tahun 2020 sebesar Rp 34.650.000, dan tahun 2021 sebesar Rp 22.900.000.

Tiga buku rekening dana PIP yang masih berada di tangan Kepala SDN Gaikiu

“Saya sudah cairkan untuk 38 murid, uangnya sudah saya kasih ke orang tua murid, tinggal 3 yang belum,” jelas Anselmus Sidi.

Tiga murid yang belum diserahkan dana PIP atas nama Yakobus Mali, Eduardus Laurensius Bajo dan Maria Magdalena Bedo. Tiga murid ini sudah tamat SDN Gaikiu.

Ditanya tentang sisa dana PIP yang belum dicairkan yakni sebesar Rp 123.400.000, Anselmus Sidi sendiri tidak mengetahuinya.

Dia beralasan 74 buku rekening penerima PIP dari tahun 2018 hingga tahun 2021, saat ini berada di BRI Unit Paga.

Sementara itu terdapat 54 buku rekening sudah berada di tangan murid, tapi kartu ATM belum diaktivasi.

Alasan lain lagi, kata dia, 90 penerima PIP pada tahun 2019, tidak ada hasil print out dari BRI Unit Paga.

“Ada 9 penerima yang saya urus ATM sejak tahun 2018, baru terbit 2 minggu lalu,” tambah dia.

Kepala SDN Gaikiu melaporkan persoalan dana PIP kepada Kepala Dinas PKO Sikka, Jumat (17/9)

Terhadap fakta-fakta ini, Anselmus Sidi telah melaporkan kepada Kepala Dinas PKO Sikka Mayella da Cunha, Jumat (17/9).

Setelah mendapat penjelasan lisan dari Kepala SDN Gaikiu, Kepala Dinas PKO Sikka meminta yang bersangkutan membuat laporan secara tertulis.

Kepala Dinas PKO Sikka Mayella da Cunha

Menurut rencana Kadis PKO Sikka akan melakukan klarifikasi kepada bank penyalur untuk mendapatkan kepastian tentang pencairan dana PIP bagi murid SDN Gaikiu sejak tahun 2018 hingga tahun 2021.

Anselmus Sidi yang ditanya alasan tidak melakukan pencairan sejak tahun 2018, mengaku sibuk. Selain itu, kata dia, terkadang proses pencairan di bank penyalur terlalu lama, sehingga dia tidak betah menunggu.

Sebagaimana diberitakan, puluhan orang tua murid SDN Gaikiu mempertanyakan dana PIP, karena para pelajar yang terdata sebagai penerima bantuan, tidak lagi menerima dana tersebut sejak tahun 2018.

Mereka tidak bisa melakukan pencairan karena buku rekening dan ATM dikuasai kepala sekolah.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa bank penyalur telah mencairkan dana tersebut setiap tahun sesuai tahapan-tahapan.

Media ini berhasil menghimpun data terkait dana PIP SDN Gaikiu yang diendapkan sejak tahun 2018 hingga tahun 2021. Ternyata semua dana sudah dicairkan melalui BRI sebagai bank penyalur. Total pencairan selama 4 tahun sebesar Rp 151.150.000.

Untuk tahun 2018, terjadi 7 kali pencairan secara bertahap, dengan total Rp 49.050.000. Tahap 1 untuk 6 pelajar Kelas 6, tahap 2 untuk 77 pelajar Kelas 1-5, tahap 3 untuk 2 pelajar Kelas 1-5, tahap 7 untuk 1 pelajar Kelas 1-5, tahap 8 untuk 19 pelajar Kelas 1-5, tahap 9 untuk 3 pelajar Kelas 1-5,
serta tahap 17 untuk 3 pelajar Kelas 1-5 dan 2 pelajar Kelas 6.

Selanjutnya tahun 2019 terjadi 3 kali pencairan secara bertahap dengan total Rp 44.550.000. Tahap 1 untuk 20 pelajar Kelas 6, tahap 4 untuk 85 pelajar Kelas 1-5, dan tahap 6 untuk 3 pelajar Kelas 1-5 dan 2 pelajar Kelas 6.

Pada tahun 2020 dicairkan Rp 34.650.000 melalui 3 tahap. Tahap 1 untuk 20 pelajar Kelas 6, tahap 3 untuk 45 pelajar Kelas 1-5, serta tahap 13 untuk 14 pelajar Kelas 6 dan 15 pelajar Kelas 1-5.

Lalu tahun 2021 ini sudah dua kali pencairan dengan total Rp 22.900.000. Tahap 1 untuk 20 pelajar Kelas 6, dan tahap 4 untuk 41 pelajar Kelas 1-5.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini