

Maumere-SuaraSikka.com: Camat Tanawawo di Kabupaten Sikka Yoris da Cunha mengajak warga masyarakat di wilayah kecamatan tersebut agar serius menurunkan angka stunting.
Jumlah penderita stunting di Kecamatan Tanawawo sebanyak 72 kasus dari usia 0-23 bulan, tersebar pada 8 desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajakan Camat Tanawawo ini disampaikan secara terbuka saat pemberian makanan tambahan kepada anak-anak stunting.
“Kita harus punya komitmen yang sama dan serius agar tahun ini bisa menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Tanawawo,” ajak Yoris da Cunha yang didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Tanawawo.
Guna mendukung komitmen menurunkan angka stunting, Camat Tanawawo akan terus-menerus melakukan monitoring dan mengikuti perkembangan anak-anak stunting.
Untuk kegiatan monitoring, dia akan melibatkan semua pemangku kepentingan, terutama Babinsa dan Babinkantibmas yang hampir setiap saat berada di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan pemberian makanan tambahan dilaksanakan secara terpusat di Puskesmas Wolofeo.
Hadir pada saat itu antara lain 8 kepala desa, Kepala Puskesmas Feondari beserta tenaga kesehatan, dan 72 anak stunting bersama orang tua.
Tampak hadir juga staf dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, organisasi perangkat daerah yang ditunjuk sebagai pendamping stunting di Kecamatan Tanawawo.
Pada kesempatan tersebut, Camat Tanawawo berkenan menyuapkan makanan tambahan kepada anak-anak stunting, sebagai wujud komitmen menurunkan stunting.
Adapun makanan tambahan yang diberikan antara lain berupa telur ayam, telur puyuh, sayuran seperti wortel dan buncis, ikan, dan buah pepaya.
Sebagaimana diketahui, launching pemberian makanan tambahan kepada anak-anak stunting di Kabupaten Sikka dilaksanakan serentak pada Jumat (1/4).
Kasus stunting di Kabupaten Sikka tergolong cukup tinggi. Pada kegiatan penimbangan 23.204 dari 24.331 balita pada Pebruari 2022, diketahui terdapat 3.984 kasus stunting.
Pada tahun 2019, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pernah menargetkan daerah itu bebas stunting pada tahun 2022 ini. Namun kampanye tersebut ternyata tidak bisa terealisir.*** (eny)















