

Maumere-SuaraSikka.com: PT Garam Pintar Asia mendukung penuh upaya menurunkan stunting di wilayah Kecamatan Nita. Tidak tanggung-tanggung perusahaan ini menyumbangkan 32 kilogram garam. beryodium.
Penyerahan sumbangan berlangsung di Gedung Sikka Convention Center (SCC) di sela-sela kegiatan Musrenbang Kabupaten Sikka, Senin (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Manajer Operasional PT Garam Pintar Asia Ifan Parera menyerahkan sumbangan tersebut dan diterima langsung Camat Nita Avelinus.
Bantuan garam yodium tersebut dikemas dalam 2 dos, masing-masing seberat 16 kilogram. Setiap dos berisikan 80 bungkus garam yodium dengan ukuran 200 gram perbungkus.

Mengandung Zat Gizi
Ifan Parera mengatakan dunia usaha harus mengambil bagian dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Sikka.
Karena itu, kata dia, sebagai pelaku dunia usaha, PT Garam Pintar Asia sangat berkepentingan mengambil peran dengan menyumbangkan garam yodium cap Pintu Air.
“Garam ini mengandung zat gizi, dengan standarisasi nasional. Sangat cocok dipakai dalam pengolahan makanan tambahan bagi balita stunting,” ujar dia.
Ifan Parera berharap pengolahan makanan tambahan dengan menggunakan garam yodium yang mengandung zat gizi, bisa menurunkan angka stunting di Kecamatan Nita.
Dia menambahkan pihaknya memberikan bantuan kepada balita stunting di Kecamatan Nita, karena data menunjukkan angka stunting paling tinggi yakni 412 kasus terjadi pada wilayah Puskesmas Nita.

Turun 80 Persen
Camat Nita Avelinus tidak menyangka mendapatkan bantuan garam yodium dari PT Garam Pintar Asia. Dia menyampaikan terima kasih atas perhatian perusahaan tersebut dalam penanganan stunting di Kecamatan Nita.
Bantuan garam yodium ini, kata dia, akan didistribusikan ke desa-desa dalam wilayah Kecamatan Nita. Untuk pendistribusian dan pengolahannya, Camat Nita akan berkoordinasi dengan Puskesmas Nita.
“Nanti soal pengolahan, teman-teman di Puskesmas lebih tahu,” ujar dia.
Avelinus mengakui Puskesmas Nita sebagai penyumbang stunting tertinggi di Kabupaten Sikka yakni sebanyak 412 kasus. Untuk itu, kata dia, pihaknya terus bekerja optimal dalam rangka menurunkan kasus stunting.
Upaya penanganan yang dilakukan, lanjut dia, terbagi dalam 2 pola. Bagi anak stunting usia 6-23 bulan, pemnerian makaman tambahan menggunakan alokasi dana desa.
Sedangkan untuk 23-59 bulan, pemberian makanan tambahan melalui disesuaikan dengan jadwal kegiatan setiap bulan pada posyandu.
Dengan 2 pola ini, apalagi didukung garam yodium yang mengandung zat gizi, Avelinus berharap angka stunting di Kecamatan Nita bisa turun hingga 80 persen pada saat evaluasi penimbangan Agustus mendatang.*** (eny)















