
Lewoleba-SuaraSikka.com: Persarai Sabu Raijua boleh dibilang luar biasa saat berhadapan dengan Persab Belu di GOR 99 Lewoleba, Minggu (11/9) pagi.
Anak-anak asuhan Mathias Bisinglasi dalam posisi kritis. Bayangkan, Sabu Raijua sedang ketinggalan 0-1 dari menit ke-31. Selain itu sejak menit ke-58 Sabu Raijua bermain hanya dengan 10 pemain. Malah secara umum, Sabu Raijua dalam kondisi tertekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dewi Fortuna berpihak kepada Sabu Raijua saat menit-menit terakhir. Wasit Koyon memberikan hadiah pinalti kepada Sabu Raijua pada menit ke-82.

Jeklinus Dapa Ate, pemain Angkasa Kupang, dengan tenang melakukan eksekusi. Tendangan kerasnya ke sebelah kiri gawang, berhasil mengecoh penjaga gawang Rio Awam Oktavian.
Hasil imbang ini berakhir hingga wasit meniupkan pluit panjang. Pemain Sabu Raijua pun keluar lapangan dengan kepala tegak.

Pelatih Kepala Sabu Raijua Mathias Bisinglasi mengapresiasi semangat juang anak-anak asuhnya. Hasil imbang ini, kata dia, menjadi modal yang baik untuk pertandingan berikutnya.
Persab Belu sebenarnya lebih diunggulkan pada partai perdana di Grup D ini. Determinasi Belu terlihat dari menit-menit awal.
Wahyudi, Antonio Nasario Kase, Oktavianus Goncalves, dan Abdullah Hafid terus menekan jantung pertahanan Sabu Raijua.
Belu mendikte jalannya pertandingan. Mereka bermain setengah lapangan, dan menguasai semua lini. Sabu Raijua hanya sesekali saja bisa keluar dari tekanan.
Upaya anak-anak asuh Andi Susanto akhirnya membuahkan hasil. Lewat sebuah kerja sama yang apik, Antonio Nasario Kase melepaskan tembakan terarah ke gawang Fernando Doni Do Rego. Bola bundar pun merobek jaring Sabu Raijua.
Unggul pada semua lini, Belu terus menekan pertahanan Sabu Raijua yang dikawal Samuel, Mayers Nau, Fadamsyah Sanda, Alwi Balawala, dan Abraham Wele. Namun penyelesaian akhir yang tergesa-gesa, membuat Belu gagal menggandakan gol.

Sabu Raijua yang tertekan, justeru mendapat petaka pada menit ke-58. Jefri Siprianus Ndun yang masuk menggantikan Patrik Imani Rasa, diganjar kartu merah. Ini adalah kartu merah pertama pada Liga 3 ETMC XXXI.
Awalnya Jefri Siprianus Ndun menghadang keras seorang pemain Belu. Wasit Koyon mengeluarkan kartu kuning.
Tidak terima dengan keputusan wasit, Jefri Siprianus Ndun melakukan aksi protes. Protes yang terus-menerus memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning kedua.
Berhadapan dengan 10 pemain lawan, Belu semakin merajalela. Mereka terus menekan, meski belum mendapatkan hasil yang baik.
Malapetaka pun menimpa Belu. Serangan balik Sabu Raijua, sempat membuat pertahanan Belu kewalahan. Salah satu pemain Belu melakukan handsball persis pada area kotal pinalti. Jeklinus Dapa Ate pun memaksimalkan dengan baik.
“Awalnya beta gugup karena beban. Tapi beta yakin bisa eksekusi dengan baik. Dan syukur, gol ini bisa membuat hasil imbang,” tutur Jeklinus Dapa Ate usai pertandingan.
Dengan hasil imbang pagi ini, Belu dan Sabu Raijua yang menghuni Grup D, sama-sama mengumpulkan nilai 1. Dua tim lain dalam grup ini yakni PSKN Kefamenanu dan Persewa Waingapu baru akan bertanding pada sore nanti.
Sementara itu, pada jam yang sama pagi tadi di Lapangan Polres Lembata, berhadapan PSK Kupang dan Persim Manggarai yang menghuni Grup E. PSK Kupang berhasil unggul 1-0, dan memimpin klasemen sementara.
PS Kota Kupang dan Perse Ende yang juga tergabung dalam Grup E, baru akan bertanding petang ini di GOR Lewoleba.*** (eny)
Klasemen Sementara
Grup A
Sikka 1 1 – – 1-0 3
Malaka 1 – 1 – 2-2 1
Matim 1 – 1 – 2-2 1
Flotim 1 – – 1 0-1 0
Grup B
Platina 1 1 – – 2-1 3
Btg Timur 1 – 1 – 0-0 1
Lembata 1 – 1 – 0-0 1
Rote Ndao 1 – – – 1-2 0
Grup C
Persiteng 1 – 1 – 2-2 1
Soe 1 – 1 – 2-2 1
Ptr Oesao 1 – 1 – 0-0 1
Nirwana 1 – 1 – 0-0 1
Grup D
Belu 1 – 1 – 1-1 1
Sabu Raijua 1 – 1 – 1-1 1
Persewa – – – – — –
TTU – – – – — –
Grup E
Kab Kpg 1 1 – – 1-0 3
Manggarai 1 – – 1 0-1 0
Kota Kpg – – – – —- –
Ende – – – – —- –















