


Maumere-SuaraSikka.com: Eksekusi pinalti kapten kesebelasan PSN Ngada Yoris Nono, berhasil merobek jaring Bintang Timur FC. Penjaga gawang Reza Saputra gagal mengantisipasi target dari senior Ngada itu.
Yoris Nono langsung melakukan euforia kemenangan. Spontan dalam larut kegembiraan, dia berlari sambil membuka baju kebanggaan berwarna oranye.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ngada unggul 4-3 lewat drama adu pinalti pada final Liga 3 ETMC 2023 yang berlangsung di Lapangan Paulina Haning-Bullu, Sabtu (2/9).
Praktis, raksasa sepak bola itu menjadi juara. Tropi bergilir ETMC akhirnya menginap di Ngada. Ini adalah untuk kedelapan kalinya Ngada merengkuh prestasi puncak pada turnamen bergengsi ini. Sulit sudah untuk dikejar tim lain.
Ngada mengakhiri puasa gelar selama 16 tahun. Terakhir, Laskar Jaramasi menjuarai turnamen ini pada edisi 2007 di Kabupaten Atambua.
Drama adu pinalti Ngada dan Bintang Timur terpaksa dilakukan setelah 2 tim ini bermain imbang pada waktu normal. Perpanjangan waktu pun tanpa terjadi gol.
Inosensius Ati, penendang pertama BeTa menjalankan eksekusi dengan sempurna. Namun berhasil diimbangi Yohanes Wilfianus Gula.
Tendangan Bento Gomez melambung di atas mistar. Begitu juga eksekusi Evidius Reinaldi Neta mudah ditepis penjaga gawang.
Glaudensius Efrem Abi membuat BeTa unggul sementara. Kembali Ngada mengimbangi melalui Valentinus Rimo.
Petaka BeTa terjadi pada tendangan keempat. Bola Gabriel Paulinus Ati melambung di atas mistar. Jadilah Herman Januarius Ago Ladja membuat Ngada unggul.
Giliran Alberto Soares, top scorrer pengoleksi 7 gol berhasil menyamakan kedudukan. Dan akhirnya Yoris Nono menutup gol indah, memastikan Ngada naik podium.
Laga dua tim ini berlangsung ketat sejak pluit kick off dibunyikan wasit Thobias Bessie. Ribuan penonton memadati lapangan pertandingan, diperkirakan sekitar 40.000 orang.
Ngada dan Bintang Timur saling menyerang untuk membuka peluang mencetak gol ke gawang lawan.
Namun berbagai upaya yang dilakukan belum bisa maksimal. Selain karena penyelesaian yang tergesa-gesa, juga ketatnya pertahanan belakang.
Yoris Nono yang menjadi target Ngada untuk melesakkan bola ke gawang, mendapat pengawalan ketat.
Begitu juga Alberto Soares, mesin gol BeTa, sulit melakukan akselerasi dan penetrasi berbahaya.
Partai puncak ini disaksikan langsung Wakil Gubernur NTT Yoseph Nae Soi, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Kapolda NTT Jhoni Asadoma, dan Ketua Asprop PSSI NTT Christian Mboeik.
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu didampingi Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek, serta Sekda Rote Ndao Jonas M Selly yang juga adalah Ketua Umum Panitia Pelaksana. Tampak hadir juga Bupati Ngada Andreas Paru.
Turnamen bergengsi ini akan digulirkan kembali tahun depan. PSSI NTT telah menunjuk Kabupaten Manggarai Barat sebagai tuan rumah.*** (eny)















