Palue dan Duka Demokrasi

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 5,256 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPK di Kabupaten Sikka memperlihatkan dokumen tersegel saat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Sabtu (2/3)

PPK di Kabupaten Sikka memperlihatkan dokumen tersegel saat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Sabtu (2/3)

PEMILU 2024 sudah selesai. Pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten di Kabupaten Sikka telah berakhir. Pesta demokrasi menyisakan berbagai cerita.

Cerita miris datang dari Kecamatan Palue, sebuah daerah terluar di Kabupaten Sikka. Yah, miris. Bagi rakyat Palue, Pemilu kali ini seakan bukan pesta demokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak tampak euforia dan spirit masyarakat Palue sebagaimana 5 tahun lalu. Sepintas kesan, masyarakat Palue mengakhiri perhelatan lima tahunan ini dalam suasana “duka”.

Baca Juga :  Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Lima tahun lalu, Palue menjadi fenomenal. Kecamatan yang terletak di kepulauan itu dipastikan menjadi “pemenang” pesta demokrasi di Kabupaten Sikka.

Boleh dibilang Pemilu 2019 Palue menang. Rakyat Palue berhasil mengutus 4 wakil rakyat ke Gedung DPRD Sikka.
Mereka adalah Yosep Karmianto Eri dari PKB, Fransiskus Ropi Sinde dari PAN, Vincentius Langga dari Partai Hanura, dan Ferdinandus Mboi dari Partai Demokrat.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Jumlah 4 orang wakil rakyat dari Palue merupakan paling banyak jika dibandingkan dengan 20 kecamatan lainnya. Rata-rata setiap kecamatan hanya mampu mengutus 1 hingga 2 orang wakil rakyat. Palue lain dari pada yang lain.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:48 WITA

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA