PMKRI Maumere Nilai Kapolres Sikka Gagal Tangani Dugaan Korupsi Pengadaan Ayam KUB

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 3 April 2024 - 20:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 2,417 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Presidium PMKRI Maumere Kornelis Wuli

Ketua Presidium PMKRI Maumere Kornelis Wuli

Maumere-SuaraSikka.com: Unit Tipikor Reskrim Polres Sikka telah menghabiskan waktu 1 tahun 3 bulan guna menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB) pada 18 desa di Kabupaten Sikka. Meski demikian, kasus ini masih saja belum menunjukkan titik terang.

Terhadap hal ini, PMKRI Maumere pun angkat bicara. Ketua Presidium PMKRI Maumere Kornelis Wuli menyebut penanganan kasus ini sangat lambat dan berlarut-larut. Dia menangkap kesan adanya upaya pembiaran sehingga penyidik tidak serius menuntaskan persoalan tersebut.

“Kami menyayangkan sekali kinerja kepolisian yang buruk. Dan kami boleh menilai bahwa dalam kasus ini Kapolres Sikka telah gagal,” ungkap Kornelis Wuli melalui siaran pers yang diterima media ini. Rabu (3/4) malam.

Kornelis Wuli mengatakan bahwa PMKRI Maumere telah menggelar audiensi bersama Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata pada 20 Maret 2024 lalu. Dalam audiensi tersebut, Kapolres Sikka menerangkan bahwa kasus dugaan tindak pidana korupsi Ayam KUB sudah memasuki tahap penyidikan.

Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Bagi PMKRI Maumere, penjelasan Kapolres Sikka semakin menggambarkan tidak adanya keseriusan dalam menuntaskan perkara ini.

Dia merujuk kepada Peraturan Kepolisian Republik Indonesia  Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Polri. Pasal 31, ujar dia, menyebutkan batas waktu paling lama 120 hari.

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru